Meskipun Ekonomi Amerika Membaik, Rupiah Belum Tertekan
Rabu, 11 Nov 2015 16:56
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, dampak dari kondisi ekonomi global saat ini belum membuat nilai tukar Rupiah kembali tertekan. Menurutnya, data positif di Amerika belum berimbas besar pada daya jual Rupiah.
"Itu kita lihat sekarang ada berita kuat di AS dan stimulus tetap diberikan oleh Eropa, hari ini tidak terjadi satu kondisi yang terlalu menekan Rupiah," ucap Agus di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Agus menambahkan, mata uang di negara-negara berkembang pun termasuk Indonesia tidak terlalu tertekan. Padahal ada dampak dari data ekonomi AS. "Jadi mata uang negara berkembang tidak terlalu tertekan padahal sebetulnya dari sisi kita dengan AS risk off," sambungnya.
"Biasanya risk off mata uang kita semua tertekan tapi adanya stimulus Eropa membuat itu stade off," pungkas Agus.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal