Nekatnya Menteri Susi dan Miliarder Indonesia
Sabtu, 05 Des 2015 09:05
Bahkan Sukanto Tanoto, bos Asian Agri yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia, harus menerima kenyataan bahwa kekayaannya turun hingga USD1,22 miliar atau Rp16,3 triliun (kurs Rp13.350 per USD). Hasilnya, dia terdepak dari 10 besar miliarder terkaya di Indonesia.
Negara-negara yang tergantung terhadap ekspor bahan baku mentah, tentu saja sangat tergantung akan harga komoditas. Harga bahan baku mentah yang anjlok dapat mendatangkan malapetaka bagi ekonomi, dan tentu saja berdampak kepada pengusaha yang berada di belakang perusahaan besar.
Indonesia yang terkenal dengan ketergantungan akan sumber daya alam otomatis menjadi korban jatuhnya harga komoditas. Anjloknya harga komoditas tentu saja berpengaruh terhadap nasib para pengusaha terkaya Indonesia dalam satu tahun belakangan.
Berikut ini daftar lima orang terkaya di Indonesia
5. Chairul Tanjung, kekayaan bersih: USD4,8 miliar atau setara Rp64,054 triliun (mengacu kurs Rp13.344 per USD).
4. Eka Tjipta Widjaja, pengusaha yang mendirikan perusahaan minyak sawit, bernama Sinarmas Group, memiliki kekayaan bersih: USD5,3 miliar atau setara Rp70,726 triliun.
3. Anthoni Salim, Pendiri Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bogasari Flour Mills, kekayaan bersih USD5,4 miliar atau setara Rp72,060 triliun.
2. Susilo Wonowidjojo, pemilik PT Gudang Garam Tbk (GGRM), memiliki kekayaan bersih USD5,5 miliar atau setara Rp73,395 triliun.
1. Keluarga Hartono, pemilik PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Djarum ini mengantongi USD15,4 miliar atau setara Rp205,505 triliun.
Tidak kalah menarik, Jumat 4 Desember kemarin, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali melakukan aksi nekat. Apa yang dilakukan oleh Menteri Susi kali ini?
Jumat 4 Desember kemarin, Menteri Susi kedatangan tamu dari Thailand. Tidak tanggung-tanggung yang hadir antara lain Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand Chatchai Sarikulya, Duta Besar Thailand di Indonesia Paskorn Siriyaphan, Direktur Departemen Perikanan Wimol Jantrarotai.
Pertemuan itu guna membahas tindakan illegal unreported and unregulated (IUU) fishing. Di hadapan para petinggi Negeri Gajah Putih itu, Menteri Susi pun dengan tegas mengatakan siap menindak tegas nelayan nakal Thailand.
Bahkan, berarti kapal Thailand yang tertangkap tangan melakukan pencurian ikan tidak bisa mendapat keringanan. Susi menegaskan kapal yang tertangkap sudah pasti ditenggelamkan.
"Yang ketangkap ya ditenggelamkan, sudah itu saja," tegas Susi di kantornya, Jumat (4/12/2015).
Apalagi, kapal asing yang masih nekat menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Tanpa ampun, kapal nakal tersebut bakal ditenggelamkan oleh Susi.
"Kalau mereka masih bandel, yang ketangkap ya ditenggelamkan, seperti biasa. Kita kan mencoba menyelesaikan bersama, tapi kan bukan berarti yang curi enggak ditenggelemkan," imbuhnya.
Mengenai tanggapan pihak Thailand, Susi menjelaskan, Thailand juga melakukan hal yang sama terhadap kapal-kapal yang melakukan pelanggaran.
"Ya sama, kapal yang akan pulang dari sini juga akan dia hukum disana," tukasnya.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal