PLN Pastikan Subsidi Listrik Usaha Kecil Tak di Cabut
Rabu, 25 Nov 2015 16:40
"Tidak usah khawatir, untuk UMKM itu ada tarif khusus, masjid ada, sosial ada, golongan tarifnya nanti akan lebih murah," ujarnya kepada merdeka.com di DPR-RI Jakarta, Selasa (24/11) malam.
Dia menambahkan, pencabutan subsidi hanya dilakukan pada pelanggan rumah tangga tergolong mampu namun masih mengonsumsi listrik 450 volt ampere dan 900 volt ampere. Perusahaan setrum pelat merah itu menemukan sekitar 23 juta pelanggan tak lagi layak menikmati listrik subsidi tersebut.
Targetnya, pencabutan subsidi dilakukan pertengahan tahun depan.
"Buat PLN, subsidi berkurang tidak ada keuntungan apapun. Karena subsidi itu balik ke negara. Tapi saya sebagai profesional bertanggung jawab memberikan subsidi."
(merdeka.com)
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal