Kamis, 11 Jun 2026
Ekonomi,
Pemda Pelalawan Serahkan RAPBD 2026 ke DPRD, Dana TKD Dipotong Rp 276 M Tapi PAD Cuma Nambah Rp 32 M
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 11 Des 2025 18:00
TRIBUNPEKANBARU.COM
TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Riau menyerahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) tahun 2026 ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Rabu (10/12/2025) sore lalu.
Penyerahan nota keuangan RAPBD 2026 oleh Wakil Bupati Pelalawan H Husni Tamrin, digelar melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Tengku Azri Wardi yang ikuti para anggota dewan.
Para pimpinan dan pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga hadir dalam paripurna.
Dalam penyampaian RAPBD 2026, Wabup Husni Tamrin menyampaikan anggaran yang diajukan sebesar Rp 1.650.335.781.906 atau Rp 1,65 triliun.
Besaran RAPBD itu berasal penerimaan daerah yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 411.455.591.906 atau Rp 411 miliar.
Ditambah dengan pendapatan transfer sebesar Rp 1.238.880.190.000 atau Rp 1,23 triliun.
"Jika dibandingkan dengan APBD murni 2025, mengalami penurunan sebesar Rp 348,3 miliar. Secara terinci perhitungan anggaran ini dijabarkan di dalam nota keuangan," ungkap Wabup Husni Tamrin dari atas podium.
Baca juga: Pengesahan APBD Pelalawan Pekan Ini: DPRD dan Pemkab Pelalawan Teken KUA-PPAS 2026 Senilai Rp 1,65 T
Ia berharap kesediaan segenap anggota DPRD untuk bersama-sama dengan Pemkab Pelalawan membahas RAPBD 2026, agar segera dirampungkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).
Saran dan pendapat dari anggota dewan sangat dibutuhkan dalam penyempurnaan APBD 2026.
Dalam nota keuangan yang dibacakan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, Tengku Zulfan yang menyebutkan terdapat sejumlah permasalahan utama yang mempengaruhi kapasitas fiskal daerah.
Hal itu muncul dari dinamika kebijakan transfer pemerintah pusat, kemampuan daerah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta perubahan struktur pendapatan yang menyebabkan penurunan.
Alhasil pendapatan daerah turun Rp 244,3 M atau 14,81 persen, dari APBD murni 2025 Rp 1,89 T menjadi Rp 1,65 T tahun 2026 mendatang.
Penurunan ini dipengaruhi oleh berkurangnya alokasi pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Kondisi ini berdampak langsung pada ruang fiskal daerah yang terbatas dalam mendanai program prioritas pembangunan.
"Pendapatan Pemda Pelalawan masih ketergantungan pada transfer pusat yang mencapai 75 persen. Sedangkan beberapa komponen PAD belum optimal," ujar Sekdakab Tengku Zulfan.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat 7,89 persen.
Hanya saja didapati kinerja retribusi daerah dan BUMD masih rendah.
Ditambah, basis pajak daerah masih perlu diperluas agar tidak bergantung pada sektor-sektor tertentu saja.
Pendapatan dari dan Transfer ke Daerah (TKD) berkurang Rp 276,8 M.
Namun asumsi peningkatan PAD hanya naik cuma Rp 32,4 M. PAD tahun 2025 sebesar Rp 378,9 M dan 2026 diprediksi Rp 411,4 M.
Setelah dijabarkan, nota keuangan RAPBD 2026 diserahkan kepada pimpinan DPRD.
Selanjutnya dari pimpinan DPRD Pelalawan diberikan kepada tujuh fraksi untuk dibahas dan diberikan pemandangan umum.
Sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM
komentar Pembaca