Pengesahan APBD-P Batal, DPRD Tidak Kuorum
Laporan : Supriyanto
Selasa, 03 Nov 2015 10:10
BENGKALIS – Elemen masyarakat Kabupaten Bengkalis kecewa dengan ketidakhadiran sejumlah anggota dewan dalam sidang paripurna pengesahan APBD Perubahan tahun anggaran 2015. Akibat tidak kuorumnya anggota dewan tersebut, berdampak kepada tertundanya pengesahan APBD-P 2015.
"Kami sangat menyesalkan anggota DPRD Bengkalis yang tidak hadir pada sidang paripurna pengesahan APBD-P 2015 sehingga APBD-P gagal disahkan karena tidak kuorum," ujar Ketua Solidaritas Masyarapat Peduli Lingkungn (SMPL), Turadi kepada wartawan, Minggu (01/11/2015).
Seharusnya, dengan makin mepetnya tahun 2015 sementara disisi lain masih banyak agenda DPRD Bengkalis yang harus dituntaskan, Turadi berharap seluruh anggota dewan bekerja seoptimal mungkin. Seingat dirinya, selain pengesahan APBD-P 2015, agenda dewan lainnya adalah pembahasan dan pengesahan APBD 2016, kemudian pembahasan dan pengesahan sejumlah rancangan peraturan daerah.
"Kalau tidak salah ada tiga ranperda yang perlu dibahas, mulai dari ranperda pembentukan kecamatan, ranperda pemilihan kepala desa, dan ranperda bantuan hukum bagi masyarakat miskin dan ranperda," ujar Turadi seraya berharap jangan sampai ranperda yang telah disampaikan Bupati tersebut tertunda pengesahannya hingga 2016.
Terkait dengan ketidakhadiran sejumlah anggota dewan yang membuat pengesahan APBD-P 2015 tertunda, Turadi meminta kepada pimpinan DPRD menyampaikan ke publik siapa saja wakil mereka di DPRD yang pemalas tersebut.
"Masyarakat berhak tahu waki-wakil mereka yang pemalas dan menghambat proses pembangunan Kabupaten Bengkalis," kata Turadi lagi.
Sebelumnya, Ketua DPRD Bengkalis H Heru Wahyudi kepada sejumlah media massa membenarkan kalau gagalnya proses pengesahan APBD-P 2015 karena jumlah anggota dewan tidak kuorum.
"Dari daftar absensi yang menandatangani daftar hadir cuma 19 orang, sementara untuk memenuhi syarat pengesahan harus 2/3 anggota dewan yang hadir dari 45 orang yang ada," ujar Heru.
Heru juga menyayangkan atas batalnya pengesahan APBD-P ini karena seluruh pembahasan sudah selesai hingga ke Badan Anggaran (Banggar). Untuk itu ia menghimbau kepada anggota dewan yang ada untuk bisa bersama-sama memiliki itikad agar pengesahan ini bisa terlaksana sengan cepat.
"Waktu tinggal 2 bulan lagi, kita rencanakan Selasa (3/11) APBD-P bisa disahkan karena Senin (2/11) dilakukan Banmus terlebih dahulu," kata Heru.(Sup)
Ekbis
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal