Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Posisi Perekonomian Indonesia dalam Regional ASEAN

Posisi Perekonomian Indonesia dalam Regional ASEAN

Jumat, 27 Nov 2015 14:53
lustrasi: Shutterstock
JAKARTA - Perlambatan ekonomi global turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada regional Asia Tenggara. Ekonomi jangka menengah di wilayah ASEAN pun dikhawatirkan akan sulit untuk tumbuh jika ASEAN selalu bergantung pada ekonomi global.

Oleh karena itu, diversifikasi dari ekonomi ASEAN untuk menjauh dari bahan-bahan mentah dianggap sebagai hal penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi ASEAN.

Pada jangka panjang, diversifikasi ekonomi ASEAN ini akan dapat memberikan keuntungan bagi setiap negara yang dapat menawarkan barang dan jasa, tak terkecuali Indonesia. Syaratnya, Indonesia harus mampu menawarkan barang dan jasa yang berbeda dengan negara lain di ASEAN.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di level ASEAN dinilai cukup prospektif pada jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, responS pemerintah yang memanfaatkan sektor pembangunan sebagai investasi dapat memberikan stimulus bagi perekonomian Indonesia, yaitu dengan penyerapan tenaga kerja.

"Pemerintah Indonesia secara strategis telah mengambil keuntungan saat harga-harga naik dan memberikan investasi jangka panjang yang cocok dengan Indonesia. Namun, saat ini merupakan kesempatan yang baik bagi pembuat kebijakan untuk melihat kesempatan dalam industri dan high skill manufacture serta layanan jasa untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih naik," ujar Economic Advisor ICAEW Danae Kyriakopoulou di Jakarta, Jumat (25/11/2015).

Dalam sektor jangka panjang, Institute of Chartered Accountants in England dan Wales (ICAEW) memperkirakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level ASEAN akan sangat baik hingga tahun 2020 mendatang. Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia diproyeksikan tertinggi kedua di ASEAN yang mencapai sedikit di bawah 6 persen. Sedangkan GDP tertinggi pada 2020 diprediksi akan diraih oleh Vietnam dengan pertumbuhan GDP mencapai 7 persen.

Melihat posisi Indonesia yang dinilai memiliki masa depan cerah di ASEAN, Indonesia pun diharapkan tetap aktif untuk menggenjot infrastruktur dalam jangka panjang. Sehingga, proyeksi 2020 ini bukan hal yang mustahil untuk dapat tercapai.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.