Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Presiden Jokowi Dinilai Perlu Turunkan Harga BBM!

Presiden Jokowi Dinilai Perlu Turunkan Harga BBM!

Rabu, 25 Nov 2015 14:57
Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - Mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah konsumsi domestik. Untuk itu, Mantan staf khusus Presiden SBY bidang ekonomi, Firmanzah menyebut, pemerintahan Jokowi-JK perlu mempertimbangkan lagi untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Premium.

Terlebih lagi, saat ini harga minyak dunia sampai ke titik terendah, yakni di level USD40 per barel.

Menurut Firmanzah, dengan turunnya harga jual BBM jenis Premium, tentu akan kembali meningkatkan konsumsi domestik. Apalagi, saat ini daya beli masyarakat menurun, ditengah perlambatan ekonomi.

"Perlu di exercise oleh pemerintah, harga minyak dunia itu rendah dibandingkan target awal. Produk Domestik Bruto (PDB) kita dibentuk oleh konsumsi domestik," kata Firmanzah dalam Media Gathering Sampoerna dengan tema Indonesia Economic Outlook 2016, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

"Turunkan harga BBM, perlu dipertimbangkan oleh pemerintah," sambungnya.

Firmanzah yang juga kini sebagai rektor universitas Paramadina mengungkapkan, jika mesin utama penggerak ekonomi tidak bergerak, maka target pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,3 persen dalam APBN 2016 sulit tercapai.

"Kalau mesin utama ga bergerak, kalau didorong sedemikain rupa, enggak akan sampai pertumbuhan ekonomi 5,3 persen," paparnya.

Lanjut Firmanzah menjelaskan, pemerintah pun jangan sampai membuat kebijakan yang membuat daya beli masyarakat menurun. Jika daya beli masyarakat, tentu akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

"Mesin ekonomi kita domestik konsumsi itu harus dipulihkan, jangan buat kebijakan yang membuat daya beli tergerus," tegasnya.

Walaupun dengan adanya kenaikan upah minimum pada tahun depan, namun hanya untuk buruh yang beberapa persen, sedangkan ada elemen masyarakat seperti di sektor pertanian, sektor perkebunan maupun sektor informal lainnya.

"Saya rasa menko ekonomi perlu membahas aspek secara keseluruhan, jika ada kenaikan harga barang, termasuk Tarif Dasar Listik (TDL)," tukasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.