Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Produksi Daging di Pekanbaru Belum Mencukupi Kebutuhan Warga

Produksi Daging di Pekanbaru Belum Mencukupi Kebutuhan Warga

Jumat, 20 Nov 2015 15:18
El Sabrina, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru.
PEKANBARU - Tingkat konsumsi daging bagi masyarakat Kota Pekanbaru,Provinsi Riau, saat ini terus meningkat. Terutama pada tingkat konsumsi daging sapi, kerbau, dan kambing, namun sangat disayangkan meningkatnya jumlah konsumsi daging bagi masyarakat, belum di imbangi dengan tingkat produksi daging yang ada saat ini. Kota Pekanbaru sendiri saat ini masih bergantung dengan daerah tetangga.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kota Pekanbaru El Sabrina kepada GoRiau.com menjelaskan, saat ini kebutuhan daging di Kota Pekanbaru mencapai 50 ekor hingga 60 ekor perhari baik sapi,kambing, kerbau dan lainya.

"Kalau untuk kebutuhan daging sapi jenis brahmana cross perharinya mencapai 150-200 kg perhari atau setara dengan 20-25 ekor sapi, sedangkan untuk konsumsi daging kambing berkisar 15-20 ekor perhari dan untuk konsumsi daging babi mencapai 10-15 ekor perhari," ungkap El Sabrina, jumat (20/11/2015).

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, El Sabrina mengakui, saat ini khusunya daging sapi masih didatangkan dari daerah lain seperti Provinsi Lampung dan Sumatera Utara.

"Karena tingkat produksi dan kebutuhan daging di Kota Pekanbaru belum dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri, hampir 80% masih didatangkan dari luar Pekanbaru," jelasnya.

Disaat Kota Pekanbaru belum bisa memenuhi kebutuhan daging sapi, namun ternyata tingkat produksi daging babi justru malah meningkat. Menurut El Sabrina saat ini bahkan sudah menyuplai beberapa Provinsi tetangga dan Kabupaten Lain di Riau.

"Kalau untuk daging babi kita dapat penuhi sendiri, malahan kita bisa menyuplai ke Sumatera Barat, Sumatera Utara dan wilayah lain," tukasnya.

Ditanya soal program atau rencana peningkatan produksi daging di Kota Pekanbaru, Kadistanak El Sabrina mengaku sudah ada beberapa program yang saat ini terus dikerjakan. "Program itu pasti ada, bahkan kita terus mendorong dan memberikan penyuluhan terhadap para peternak untuk terus meningkatkan budidaya ternak, bukan hanya fattening (Penggemukan) saja," pungkasnya.(grc)
Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.