Proyek My Rupat Dinilai Asal Jadi
Laporan : Supriyanto
Jumat, 04 Des 2015 10:01
RUPAT – Anggota DPRD Bengkalis dapil Rupat Abdul Kadir meminta kepada Pejabat Pelaksana Teknis (PPTK) untuk turun kelapangan, karena pengerjaan proyek Multiyear (My) di Kecamatan Rupat yang dikerjakan oleh PT. Mawatindo sepanjang 51 Km dengan nilai RP 490 Miliar hanya mengejar progres saja tanpa memperhatikan mutu pekerjaan.
"Jangan hanya progres saja yang dikejar hingga akhir tahun. Tetapi rekanan juga harus memperhatikan mutu pekerjaan, karena temuan dilapangan banyak yang dikerjakan asal jadi," kata Abdul Kadir saat dihubungi, Kamis (03/12/2015).
Diijelaskan politisi PAN ini, bahwa diantara temuan yang didapatkan diantaranya pengerjaan lantai dasar dengan ketebalan 10 cm asal jadi selain retak dan berlobang juga terlihat batu kerikil yang timbul. Seharusnya lantai kerja harus benar-benar sesuai standar sebelum dilakukan pengecoran untuk lapisan kedua setebal 40 cm.
Selain itu sambung Kadir, juga ditemukan pemasangan giotek yang asal jadi, dimana sebelum pemasangan jalan tersebut harus dibersihkan dahulu dari kayu dan tumpukan material serta lobang sehingga pada pemasangan giotek dasar jalan rata dan kuat.
"Seharusnya tumpukan kayu dan material lain harus dibersihkan terlebih dahulu. Baru kemudian dilapis memakai base baru kemudian dipasang giotek agar dasar jalan tersebut rata dan kuat," kata Kadir lagi.
Sementara itu PPTK proyek My Rupat, Huri Agustianri ketika dikonfirmasi soal temuan anggota DPRD tersebut mengaku belum mengetahuinya, karena ia sendii sudah melakukan pengecekan ke lapangan pekerjaan yang dilaksanakan rekanan tidak terlalu buruk. Bahkan ia mengaku baru kembali hari rabu (02/12/2015) dari Rupat meninjau proyek My tersebut.
"Saya sendiri sudah turun secara rutin ke Rupat mengecek pekerjaan rekanan pelaksana di lapangan. Sejauh ini tidak ada kendala berarti, kalau ada kerusakan atau jalan sudah berlobang selagi tidak menganggu kualitas pekerjaan keseluruhan masih kita suruh perbaiki kepada rekanan,"jawab Huri.
Selain itu ia juga menyampaikan, bobot pekerjaan sampai dengan bulan November lalu sudah mencapai 60 persenan. Diakuinya, sampai dengan akhir tahun 2015 ini bobot pekerjaan tidak akan selesai 100 persen. "Pembayaran atau termini nantinya disesuaikan dengan kontrak serta bobot pekerjaan di lapangan,"tukas Huri.(Sup)
Ekbis
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal