Rupiah Ditaksir Masih Terpuruk di Rp13.800
Selasa, 08 Des 2015 08:41
Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Alfred Nainggolan, mengatakan kondisi Rupiah hari ini masih akan mencapat ancaman dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat The Fed. The Fed sendiri, diperkirakan akan naik pada pertengahan bulan ini.
"Saya lihat sentimen negatifnya masih dipengaruhi dari The Fed saja. Hal itu cukup mempengaruhi semua nilai tukar uang dari negara-negara regional," ucapnya saat dihubungi Okezone.
Alfred mengatakan, data-data yang dibutuhkan bank sentral AS untuk menaikan suku bunga hampir semuanya terpenuhi. Sehingga kemungkinan The Fed menaikan suku bunga sangat besar di akhir tahun ini.
"Jadi kalau kita lihat data-data ekonomi amerika semuanya mendukung, data payrolls mereka juga bagus. Jadi semakin mengrucut. Alhasil semua mata uang asia akan berpotensi melemah," pungkasnya.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal