Rupiah Diyakini Sulit Turun dari Level Rp14.100
Selasa, 15 Des 2015 09:52
Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, saat ini belum ada sentimen positif yang mampu menjadi pendorong pergerakan Rupiah. Dirinya pun memprediksi Rupiah akan betah berada di level Rp14.100 per USD
"Rupiah menurut saya cenderung masih agak tertekan. Kalau saya lihat mungkin bergerak di kisaran Rp13.945 sampai dengan Rp14.000an," tuturnya saat dihubungi Okezone.
Hans mengatakan, sentimen negatif yang masih menahan laju Rupiah masih datang dari ancaman kenaikan suku bunga The Fed yang sudah semakin dekat. Namun dirinya meyakini, jika The Fed telah menaikan suku bunganya maka Rupiah akan kembali menguat ke posisi semula.
"Saat ini masih berat dari The Fed. Tapi kalau sudah diumumkan maka memberikan kepastian, jadi Rupiah akan kembali menguat," pungkasnya.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal