Rupiah Rp13.727, Kembali Ditekan Dolar AS
Kamis, 26 Nov 2015 09:14
Penguatan dolar AS tidak terlepas dari data Durable Goods Orders Oktober, di luar pesawat terbang, yang mengalami peningkatan 1,3 persen, jauh lebih besar dari perkiraan awal sebesar 0,4 persen.
Head Analis MNC Securities, Edwin Sebayang, mengatakan bahwa Rupiah masih akan melemah dengan kisaran resistance di Rp13.770 per USD. "Hari ini Rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.635-Rp13.770 per USD," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Kamis (26/11/2015).
Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 80 poin atau 0,5 persen menjadi Rp13.727 per USD. Pagi ini, Rupiah telah bergerak di kisaran Rp13.628-Rp13.750 per USD.
Sementara Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 35 poin atau 0,2 persen menjadi Rp13.725 per USD. Pada Awal perdagangan hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.687-Rp13.745 per USD.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal