Rupiah Rp13.742, Bergerak Landai Jelang Akhir Pekan
Jumat, 27 Nov 2015 08:57
Bloomberg Dollar Index mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah tipis 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp13.749 per USD. Angka tersebut tidak bergerak jauh dari level sebelumnya di Rp13.742 per USD.
Mengawali perdagangan hari ini, Rupiah dibuka pada level Rp13.739 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.739-Rp13.759 per USD.
Mengutip analisis dari MNC Securities, Jakarta, Jumat (27/11/2015), memperkirakan, nilai tukar Rupiah akan berada di support Rp13.635, sedangkan resistance di level Rp13.770 per USD.
Sementara itu, yahoofinance mencatat, mencatat Rupiah bergerak landai hanya menguat 3 poin atau 0,03 persen ke Rp13.740 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.734-Rp13.770 per USD.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal