Rupiah Rp14.780, Menguat Tipis di Pagi Hari
Kamis, 19 Nov 2015 10:21
Bloomberg Dollar Index, pada perdagangan non-delivery forward (NDF) menguat 39 poin ke Rp13.780 per USD dibandingkan dengan penutupan sebelumnya Rp13.819 per USD. Pagi ini, Bloomberg mencatat Rupiah dibuka di level Rp13.773 per USD.
Adapun pergerakan harian Rupiah berada di level Rp13.758-Rp13.799 per USD. Pergerakan 52 minggu Rp12.082-Rp14.828 per USD.
Division of Research MNC Securities menjelaskan Rupiah asaat ini berada dilevel Rp13.800. Hal ini sebagai dampak meningkatnya kebutuhan akan USD menjelang akhir tahun.
"Selain itu, semakin besarnya peluang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) dibulan Desember semakin menambah sentimen kepada Rupiah," katanya dalam riset, Kamis (19/11/2015).
Yahoofinance mencatat, Rupiah dibuka menguat 50 poin atau 0,3 persen menjadi Rp13.785 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.733-Rp13.813 per USD.
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal