Senin, 22 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Tersungkur di Hadapan Dolar AS

Ekonomi,

Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Tersungkur di Hadapan Dolar AS

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 07 Jul 2025 11:39
cakaplah.com
(CAKAPLAH) - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (7/7/2025).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.38 WIB, rupiah di pasar spot exchange berada di posisi Rp 16.236,50 per dolar AS, atau turun 51,50 poin setara 0,32% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan lalu.

Pada Jumat (4/7/2025), rupiah sempat menguat tipis sebesar 10 poin atau 0,06% ke level Rp 16.185 per dolar AS. Namun penguatan tersebut tidak berlanjut, seiring tekanan global yang kembali meningkat terhadap aset-aset berisiko, termasuk mata uang di kawasan Asia.

Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan depresiasi mayoritas mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah menjadi 144,7700, dolar Hong Kong ke 7,84, dolar Singapura berada di level 1,27, dan dolar Taiwan merosot ke angka 29,01.

Sementara itu, won Korea Selatan juga tercatat melemah ke 1.369,5, peso Filipina turun ke 56,56, dan rupe India bergerak turun ke level 85,39. Yuan Tiongkok terpantau melemah ke posisi 7,1, ringgit Malaysia ke 4,23, serta baht Thailand ke angka 32,50 per dolar AS.

Melansir Trading View, pergerakan mata uang kawasan cenderung terbatas dan bergerak dalam tekanan. Hal ini disebabkan kekhawatiran pasar menjelang tenggat waktu pada Rabu (9/7/2025) mendatang, yang menandai akhir dari masa jeda selama 90 hari atas kebijakan tarif balasan AS.

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (6/7/2025) mengatakan, pemerintahannya segera mengirimkan sedikitnya selusin surat kepada mitra dagang utama.

Surat tersebut berisi pemberitahuan mengenai rencana penerapan tarif baru terhadap produk ekspor negara-negara tersebut ke pasar AS.

Ancaman tarif tambahan ini memicu kehati-hatian investor global, mengingat potensi memanasnya kembali ketegangan perdagangan internasional.

Dampaknya, arus modal kembali mengalir menuju aset safe haven seperti dolar AS, dan mendorong tekanan terhadap nilai tukar mata uang di banyak negara, termasuk Indonesia. (cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Nusantara
Berita Terkait
  • Minggu, 21 Jun 2026 17:32

    Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1

    HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:27

    Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan

    PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:21

    200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu

    RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:18

    Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian

    KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/

  • Minggu, 21 Jun 2026 17:16

    Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah

    KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.