Tiga Poin Paket Kebijakan Ekonomi VIII
Senin, 21 Des 2015 16:36
JAKARTA - Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah kembali merilis paket kebijakan ekonomi VIII yang terdiri dari tiga poin. Hal ini disampaikan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.
"Pemerintah menyampaikan paket kebijakan ekonomi VIII. Sesuai arahan presiden, paket ini berisi tiga hal, secara detil akan disampaikan pak menko," kata Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (21/12/2015).
Pramono menambahkan, poin pertama dari paket kebijakan ekonomi VIII adalah one map policy atau kebijakan pelaksanaan satu peta tingkat nasional skala 1 banding 50.000.
Kemudian poin kedua mengenai keterkaitan pembangunan energi nasional dengan percepatan pembangunan kilang minyak.
"Ketiga insentif industri penerbangan nasional, insentif diberikan," tukasnya.
(okezone.com) Ekbis
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal