Hukrim
Kenderaan Dinas Pemkab Meranti Banyak Tak Bayar Pajak
Laporan: Roy Rudi
Kamis, 07 Apr 2016 16:39
MERANTI - Kendaraan Dinas roda empat milik Pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti hingga hari ini banyak yang belum membayarkan pajak.
Kendaraan yang belum membayar pajak tersebut seperti kendaraan Dinas pejabat teras atas mulai dari Nomor Polisi (Nopol) BM 1 X jenis Toyota Alphard, BM 5 X jenis Toyota Harier hingga BM 6 X jenis Kijang Innova.
Masing-masing kendaraan Dinas tersebut menunggak bervariasi, ada yang 1 tahun, 2 tahun bahkan lebih. BM 1 X dalam website resmi Dipenda Riau terdapat penunggakan selama 1 tahun 23 hari, sementara BM 5 X menunggak 2 tahun 1 bulan 20 hari, sedangkan BM 6 X menunggak 2 tahun 2 bulan 28 hari.
Kasi Pendapatan Daerah UPT Dispenda Riau di Selatpanjang, Ngatijo saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Keterlambatan itupun menyebabkan PAD menjadi berkurang dan berdampak bagi keberlangsungan pembangunan di daerah.
"Kita sangat menyayangkan hal ini terjadi. Tunggakan untuk membayarkan pajak kendaraan bermotor ini juga akan berdampak pada roda pembangunan," katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/4/2016) pagi.
Ngatijo juga tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi faktor Setdakab Kepulauan Meranti belum dapat membayarkan pajak kendaraan bermotor. Sebab, sampai saat ini Setdakab Kepulauan Meranti belum memberikan laporan secara lisan maupun tertulis kepada pihak Dispenda Provinsi.
"Mungkin disebabkan karena faktor kelalaian dari staff pegawai di Setdakab Meranti yang menangani masalah pembayaran pajak kendaraan bermotor ini," ujarnya.
Lanjutnya, selain di Setdakab masih terdapat penunggakan pembayaran pajak kendaraan dinas di masing-masing SKPD di Lingkungan Pemkab dan Setwan Meranti, mulai dari kendaraan dinas roda dua hingga roda empat.
"Kita tidak tau berapa jumlah rincian seluruh kendaraan dinas yang ada di Kepulauan Meranti. Yang jelas dari sekian banyaknya jumlah kendaraan dinas baru sebagian kecil yang telah membayarkan tunggakan pajak kendaraan bermotor," ungkapnya.
Ia menghimbau kepada Pemkab Meranti untuk segera menyelesaikan seluruh tunggakan pajak kendaraan bermotor yang belum diselesaikan demi kepentingan pembangunan. "Diharapakan pemerintah agar sesegera mungkin membayarkan tunggakan pajak demi kepentingan bersama," imbuhnya.
Terkait hal ini, Bagian Umum Setdakab Meranti yang bertanggung jawab atas pembayaran pajak kendaraan bermotor yang dikepalai T Azman, ketika dihubungi melalui via seluler sedang tidak aktif.
Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, akan memerintahkan Bagian Umum untuk menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan bermotor. "Nanti kita suruh Bagian Umum untuk membayar tunggakan itu," sebutnya singkat. (roy)
Hukrim
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau