Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Penyerobotan Lahan, Kapolres Rohil Terima Perwakilan Warga dan Mahasiswa

Penyerobotan Lahan, Kapolres Rohil Terima Perwakilan Warga dan Mahasiswa

Laporan : Anggi Sinaga
Senin, 04 Jan 2016 14:24
Anggi Sinaga
Warga saat tiba di depan Polres Rohil.

UJUNGTANJUNG - Sekitar enam puluh orang warga Sungai Besar kecamatan Pakaitan Kabupaten Rohil dengan menaiki mobil truk colt disel mendatangi Polres Rokan Hilir,Senin ( 4/1/16) sekitar pukul 10.30 wib untuk melaporkan dugaan  permasalahan terkait  pembekoan lahan diatas milik warga Sungai Besar.

Kedatangan warga kepenghuluan Sungai Besar ini ingin bertemu dengan Kapolres untuk meminta pihak kepolisian membantu permasalahan warga tentang adanya penyerobotan lahan mereka oleh oknum aparat Desa Suak Hitam.

Permohonan ini  langsung diterima oleh Kasat Binmas Rokan Hilir AKP Ali Suhud sekaligus membawa delapan orang perwakilan dari warga untuk bertemu dengan Kapolres.

Delapan orang perwakilan warga itu diantaranya tiga orang mahasiswa diantaranya Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Rohil (Hipemarohil) Carles , Sekjen Suhemi, serta lima orang dari warga Sungai Besar, yang dihadiri oleh Kapolres AKBP Subiantoro SH, Sik, Wakapolres Kompol Dani. A. Sianipar SH. Sik, Kasat Reskrim AKP Eka Ariandy Putra Sik, serta beberapa perwira lainnya. 

Carles Ketua HIPEMA Rohil sebagai juru bicara dalam pertemuan itu  menjelaskan bahwa ada laporan warga kepada mahasiswa adanya  penyerobotan lahan warga kepenghuluan Sungai Besar yang sudah dikuasai sejak tahun 2008 lalu, penyerobotan ini dengan melakukan pembekoan dan merajang-rajang  dengan alat berat (Beko) diatas lahan masyarakat sekitar 700 Kepala Keluarga. 

A. Latif perwakilan warga yang ikut dalam ruangan juga menerangkan pada tahun 2008 warga sudah menguasai lahan itu 2 hektare setiap Kepala Keluarga  dengan legalitas surat kepala Desa Sungai Besar  sebanyak lebih kurang 700 hektare.

Dikatkannya penyerobotan ini diduga dilakukan oleh oknum aparat Desa Suak Hitam kecamatan Pakaitan yang berbatasan langsung dengan kepenghuluan Sungai Besar.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Subiantoro SH SiK dalam pertemuan mengatakan apabila masalah ini nanti terkait masalah tindak pidana , maka polres siap akan menindak sesuai dengan hukum.

Kapolres meminta kepada warga agar berkoordinasi dengan pihak Pemda karena ada informasi bahwa pembekooan itu adalah proyek Pemda.

Subiantoro mengigatkan agar warga jangan melakukan tindakan  anarkis, agar masalah ini bisa diselesaikan dengan musyawarah," kita terima laporan ini,dan kita akan Koordinasi nanti dengan pihak Pemda terkait, apakah nanti ada tindak pidana kita akan proses sesuai dengan hukum," jelasnya.

Usai pertemuan Carles mengatakan , Permaslaahan ini sudah pernah mereka koordinasikan dengan pihak Pemda, terkait tapal batas antar desa, namun belum ada solusinya.

"Kalau memang itu proyek Pemda kenapa tidak ada sosialisasinya kepada warga," pungkasnya. (asg)

Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:33

    Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polis

    BENGKALIS (CAKAPLAH) �" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi di area parkir RSUD Bengkalis. Menariknya, dua terd

  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:16

    Ditemukan Penyakit Bawaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

    JAKARTA â€" Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026). Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan pe

  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:11

    Penyidik KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Bawa Barang Bukti Tiga Koper

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali, pada Jumat (19/6). Penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengemban

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:54

    3 TKW Dianiaya Majikan di Malaysia, 4 Orang Ditangkap

    Jakarta - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh diduga menjadi korban kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian M

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:51

    Kurir Ketakutan Usai Konsumsi Sabu, Tinggalkan Paket Narkoba 36 Kg di Bus

    Lampung - Aksi nekat dua kurir narkoba berujung petaka. Setelah diduga mengonsumsi sabu, keduanya justru dilanda ketakutan hingga meninggalkan paket sabu seberat 36 kilogram di dalam bus Antar Lintas

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.