Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Uang Kamar di Lapas Kelas II A Tembilahan di Bandrol Mulai 1 Jt

*Keluarga Warga Binaan Mengeluh

Uang Kamar di Lapas Kelas II A Tembilahan di Bandrol Mulai 1 Jt

Laporan :Aditya Prahara
Senin, 26 Okt 2015 05:52
Ilustrasi
TEMBILAHAN - Keluarga dari warga binaan Lapas kelas II A Tembilahan mengeluh, pasalnya, untuk biaya kamar, petugas lapas mmberlakukan sejumlah tarif, fantastis, tarif dimulai dari harga 1 juta keatas.

Hal ini disampaikan saah satu keluarga dari warga bianaan yang meminta namanya tidak dituliskan kepada sejumlah media, Sabtu 24/10 di Tembelihan.

" Kami sangat keberatan dengan uang kamar itu, apakah memang ada aturannya, jumlahnya berkisar di angka Rp 1.000.000, bahkan lebih," keluhnya.

Diterangkan, pungutan seperti ini juga dialami warga binaan lainnya, hanya besaran uang kamar yang diminta berbeda-beda, yang jelas paling kecil dia angka Rp.1.000.000 lebih.

Disebutkan, uang tersebut diminta langsung oknum Kepala Lembaga Pengamanan Lapas (KPLP) berinisial SS yang berdalih dan mengatasnamakan untuk dibagikan kepada sipir lainnya. Tindakan ini disebutkan diprotes bawahannya, karena hanya menjual nama mereka saja.

"Uang tersebut bukan yang bersangkutan langsung yang mengambil dari kami, tapi melalui perantara tahanan pendamping (Tamping) dan dijemput di luar Lapas," jelasnya.

Ditambahkan, mereka terpaksa mengabulkan pungutan uang kamar tersebut, karena mengkhawatirkan kalau tidak dipenuhi, maka mereka yang sedang menjalani pembinaan didalam (Lapas) akan dipersulit.

Selain pungutan tanpa dasar hukum jelas tersebut, informasinya selama ini juga berlangsung berbagai pungutan lainnya, seperti uang buka pintu dan uang lainnya yang membebani dan memberatkan warga binaan.

Oknum berinisial SS ketika berusaha dikonfirmasi mengenai tudingan adanya pungutan uang kamar tersebut belum berhasil dimintai tanggapannya, nomor telepon selulernya ketika dihubungi dalam kondisi tidak aktif, SMS yang dikirimkan juga belum dibalasnya.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, Daswirman ketika dikonfirmasi atas informasi dan keluhan keluarga warga binaan atas pungutan tersebut menyatakan, akan menindaklanjuti informasi dan keluhahan keluarga warga binaan mengenai pungutan uang kamar tersebut.

"Saya akan jajaki (informasi) ini, maklum saya baru seminggu disini, jadi belum nampak dan tidak bisa melihat (perbuatan seperti itu)," jawabnya singkat menjawab konfirmasi wartawan, Minggu (25/10/15).(dit)
Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.