Hukrim
Ada Bioskop Sarang Asusila?
Kamis, 07 Apr 2016 11:41
JAKARTA - Sebagai tempat hiburan, bioskop sudah tidak asing lagi bagi pecinta film layar lebar. Bioskop menjadi salah satu tempat hiburan terfavorit yang dipilih oleh banyak orang untuk menikmati waktu luang bersama keluarga, teman bahkan pasangan.
Namun, ada saja yang menyalahgunakan fungsi bioskop. Terutama yang menjadi sorotan kali ini adalah bioskop kelas menengah bawah. Kendati tetap bertahan di tengah kemajuan industri layar lebar, bioskop bertarif murah ini masih saja bertahan.
Tak hanya di Ibu Kota, bioskop kelas menengah bawah ini juga menjamur di pinggiran kota-kota besar yang ada di Tanah Air. Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan iNews TV, ada sejumlah bioskop kelas menengah bawah yang justru dijadikan sarang asusila.
Bukan hanya dimanfaatkan pasangan muda mudi, para perempuan yang menawarkan jasa esek-esek berselimut teman kencan di bioskop juga ikut meramaikan bioskop kelas menengah bawah ini. Seperti bisnis 'lendir' pada umumnya, pekerja seks komersial (PSK) di bioskop tersebut juga mematok harga tertentu bagi pelanggannya.
Baik itu pasangan muda mudi, maupun PSK memilih bioskop menjadi tempat berbuat mesum bukan tanpa alasan. Mereka memilih tempat tersebut karena dianggap aman. Ruang bioskop yang gelap membuat mereka leluasa melampiaskan hasrat birahinya tanpa terlihat orang lain. Kalau pun kelihatan, mereka seakan tak peduli dan meneruskan aksinya.
Petruk (bukan nama sebenarnya), salah seorang pelajar yang biasa memanfaatkan bioskop untuk memadu kasih dengan sang pacar. Dia mengaku menggunakan bioskop kelas menengah, selain murah, lokasinya juga sepi dan gelap. Petruk dengan kekasihnya, sebut saja Melati, rela membohongi orangtua dan mencatut uang SPP untuk bisa menontont di bioskop tersebut, kendati tujuan utamanya bukan menikmati film yang ditayangkan.
"Sejauh ini sih kita enggak pernah ditegur (penjaga keamanan bioskop). Kita bisa cari tempat yang aman kebetulan kita asal nonton," ujar Petruk yang dikutip dari video investigasi iNews TV, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Menurut Kabid Rehabilitas Sosial DKI Jakarta, Chaidir, pemerintah sendiri memang kesulitan untuk menertibkan praktik-praktik asusila di dalam bioskop kelas bawah tersebut. Lantaran perlunya bukti yang akurat dan nyata.
"Membuktikannya ini yang sangat susah, laporan-laporan ini hanya baru dugaan. Belum adanya, bukti akurat misalnya pasangan muda-mudi sedang melakukan asusila di dalam bioskop tersebut, lebih enak untuk dibinakan," ucap Chaidir. (okezone.com)
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau