Selasa, 16 Jun 2026
hukrim
HomeBeritaRegional Mahasiswa Asal Aceh Jadi Kurir Sabu, Dijanjikan Rp 40 Juta
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 16 Jun 2026 11:23
Jakarta - Seorang mahasiswa asal Aceh berinisial NF ditangkap Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta karena diduga menjadi kurir sabu lintas daerah. Bersama rekannya, TC, dia kedapatan membawa sabu seberat 3,974 kilogram yang diduga akan dikirim ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi gabungan Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Soekarno-Hatta yang mengembangkan informasi intelijen terkait jaringan penyelundupan sabu dari Aceh.Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan, kedua tersangka diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.
"Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kolaborasi antara Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan Bea Cukai Soekarno-Hatta berdasarkan pengembangan informasi intelijen terkait jaringan penyelundupan sabu dari Aceh," kata Wisnu, Senin (15/6/2026).
Menurut Wisnu, nilai ekonomis sabu seberat 3,974 kilogram tersebut diperkirakan mencapai Rp 4,768 miliar.
Kasatnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Michael Kharisma Tandayu menjelaskan, kasus ini merupakan pengembangan dari penindakan narkotika jenis methamphetamine di Tanjung Pinang pada Februari 2026.
Dari hasil pengembangan, petugas memperoleh informasi mengenai pengiriman sabu dari Banda Aceh yang diduga dikendalikan seorang perempuan berinisial D. Perempuan tersebut kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
"D diketahui menyiapkan sabu dan mengatur seluruh perjalanan kedua kurir, mulai dari penyediaan akomodasi hingga tiket perjalanan menuju Kendari, Sulawesi Tenggara," ujar Michael.
Dalam menjalankan aksinya, NF dan TC membawa sabu melalui jalur darat dari Banda Aceh menuju Medan. Setelah menginap semalam, keduanya melanjutkan perjalanan darat ke Jambi.
Dari Jambi, mereka terbang menggunakan pesawat Batik Air menuju Bandara Soekarno-Hatta. Setibanya di Jakarta, keduanya berencana melanjutkan perjalanan ke Kendari menggunakan pesawat Super Air Jet.
Namun, rencana tersebut gagal setelah petugas mencurigai kedua penumpang saat berada di ruang tunggu keberangkatan domestik Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta.
Bea Cukai Lapor PolisiPada Sabtu (29/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, Bea Cukai Soekarno-Hatta memberikan informasi kepada Satresnarkoba mengenai dua penumpang yang diduga membawa narkotika di dalam koper mereka.
Tim gabungan kemudian melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan kedua tersangka sebelum keberangkatan menuju Kendari.
Dari koper berwarna silver milik TC, petugas menemukan dua paket sabu dengan berat masing-masing 0,995 kilogram dan 0,992 kilogram atau total 1,987 kilogram.
Sementara dari koper berwarna hitam milik NF, ditemukan dua paket sabu lainnya dengan berat masing-masing 0,991 kilogram dan 0,996 kilogram. Total sabu yang dibawa NF juga mencapai 1,987 kilogram.
"Dari kedua koper tersebut, total barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai 3,974 kilogram," kata Michael.
Setelah barang bukti ditemukan, kedua tersangka langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam jaringan tersebut, NF dan TC berperan sebagai kurir atau pembawa koper berisi sabu. Keduanya dijanjikan upah Rp 20 juta per kilogram atau total Rp 40 juta per orang apabila berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke tujuan.
Sementara itu, perempuan berinisial D yang masih buron diduga berperan sebagai pengendali jaringan sekaligus pihak yang mengatur seluruh perjalanan kedua kurir.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
"Keduanya terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun serta denda Rp 10 miliar," (liputan6).
Sumber: https://berita.liputan6.com/regional/read/7891218/mahasiswa-asal-aceh-jadi-kurir-sabu-dijanjikan-rp-40-juta
komentar Pembaca