Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Ketimpangan Cukup Besar, Kemiskinan Meranti Tertinggi di Riau, Dumai Terendah

Pemerintahan

Ketimpangan Cukup Besar, Kemiskinan Meranti Tertinggi di Riau, Dumai Terendah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 09:23

PEKANBARU â€" Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan tertinggi di Riau berada di Kepulauan Meranti yakni sebesar 23,15 persen, sementara terendah di Kota Dumai sebesar 3,14 persen.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi saat menjadi narasumber dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Gedung Pascasarjana Fisip Universitas Riau (Unri), Selasa (27/1/2026).

‘’Ada gap mencapai 20,01 persen yang harus kita jawab bersama," jelasnya.

Selain isu ekonomi, pada kesempatan itu Sekdaprov juga menyoroti sektor kesehatan, terutama lonjakan prevalensi stunting di Riau yang naik menjadi 20,1 persen pada 2024. Angka ini telah melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan WHO. Kondisi tersebut, ditambah disrupsi teknologi global, menuntut kualitas sumber daya manusia yang lebih unggul dan adaptif.

Ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menyusun standar pelayanan publik yang transparan dan responsif.

Dalam paparannya, Syahrial mengapresiasi inisiatif Fisip Unri sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus penggerak inovasi pelayanan publik. Menurutnya, standar pelayanan harus disusun secara partisipatif dan berbasis data agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Forum konsultasi publik ini sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas standar pelayanan publik yang transparan, responsif dan berorientasi pada kebutuhan penguna layanan," ujar Syahrial Abdi.

Syahrial membeberkan bahwa Riau memiliki target besar dalam RPJPD 2025-2045, yakni mencapai PDRB per kapita setara negara maju hingga Rp883,56 juta dan tingkat kemiskinan mendekati nol persen. Namun, ia tidak menampik adanya tantangan berat berupa kesenjangan kemiskinan antardaerah yang masih lebar.

Ia berharap forum ini mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat diaplikasikan oleh pemerintah daerah. Penguatan infrastruktur, inovasi pelayanan, serta percepatan digitalisasi melalui audit SPBE menjadi fokus utama pada tahap pertama transformasi menuju Riau 2045.

"Kami berharap forum ini menghasilkan rekomendasi konkret dan aplikatif sebagai rujukan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Riau," pungkasnya. (grc)

Pemerintahan
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 13:13

    38 Orang Lulus Seleksi Administrasi Calon Anggota KI

    PEKANBARU - Tim seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau periode 2026-2029, telah mengumumkan hasil seleksi administrasi. Total ada sebanyak 38 peserta dinyatakan lulus seleksi admini

  • Rabu, 18 Mar 2026 09:01

    Seleksi CPNS 2026 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

    JAKARTA - Teka-teki seleksi CPNS 2026 kapan dibuka akhirnya terjawab. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, saat ini pemerintah masih mematangkan skema rekrutmen Aparatur Sip

  • Selasa, 17 Mar 2026 16:19

    Wacana WFH Imbas Konflik Timteng, Pramono Siap Ikuti Arahan Pusat

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap kemungkinan penerapan kebijakan work from home (WFH) atau kerja dari rumah demi menghemat konsumsi BBM mengantisipasi krisis akibat ketegangan Timur Teng

  • Selasa, 17 Mar 2026 15:39

    Tindaklanjuti Instruksi Prabowo, Kapolri Resmikan dan Bangun 110 Jembatan di Riau

    RIAU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan groundbreaking pembangunan 83 jembatan dalam program Jembatan Presisi di Provinsi Riau. Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo ter

  • Selasa, 17 Mar 2026 08:43

    Catat Nomor Ini, Pemkab Siak Buka Layanan Pengaduan MBG Lewat WhatsApp

    SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak resmi membuka layanan pengaduan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Layanan ini disediakan untuk menampung keluhan maupun laporan masyarakat terkait menu MBG yan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.