Rabu, 08 Feb 2023
  • Home
  • Hukrim
  • Klarifikasi Uang 1 Miliard, Muhammad Maliki Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Kapolres Rohil

Klarifikasi Uang 1 Miliard, Muhammad Maliki Tegaskan Tidak Ada Keterlibatan Kapolres Rohil

Laporan: Jonathan Surbakti
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 19 Des 2022 06:37
(Foto: Jonathan Surbakti)
Muhammad Maliki
ROKAN HILIR-Terkait tuduhan keterlibatan Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, SIK, SH dalam uang 1 Miliard, Maliki dengan tegas menyatakan tak ada keterlibatannya.

“Beliau tidak ada terima uang 1 rupiahpun dari saya tetapi emang benar saya ada berdiskusi ke Kapolres terkait hal ini dan Beliau mengatakan sulit untuk di bantu dan jawaban tersebut juga yang saya sampaikan ke pihak Alex,” kata Muhammad Maliki dalam siaran Persnya yang di terima redaksi spiritriau.com Minggu (18/12) malam. Sekali lagi saya tegasnya bahwa dalam persoalan ini  tidak ada keterlibatan  beliau sebagai Kapolres Rohil, tegas Maliki. 
  
Bukan itu saja dia Ia juga menyinggung terkait tuduhan keterlibatan AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK mantan Kapolres Rokan Hilir sebelumnya.  Maliki juga menyatakan dengan tegas  Kapolres Dumai tersebut tidak terlibat, karena ia memang tidak pernah berdiskusi terkait kasus Alex ini ke AKBP Nurhadi Ismanto. Justru Alex yang cerita kepadanya bahwa dia sangat dekat dulunya dengan Kapolres Nurhadi Ismandto  beber Maliki menuturkan. 

“Untuk itu saya minta kepada Kak Nopa Wiliana dan Bang Alex, ayolah jadi pribadi yang baik karena saya yakin kalian berdua orang baik. Jangan memutar balikkan fakta,” ajaknya.
Sebagaimana diketahui, kasus yang melilit Bripka Alex Sander ini berawal saat penangkapan Sandi Fitra warga Panipahan dalam kasus narkotika, dengan barang bukti 2 kg sabu yang menyeret namanya yang menjabat Bhabinkamtibmas ini.

Kejadian ini terjadi pada Rabu (21/10/20221) silam. Sehingga sejak saat itu Alex Sander tidak pernah masuk kantor dan bertugas sebagaimana mestinya hingga terjadi proses hukum dan endingnya Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) Pertengahan Desember ini.

Nama Muhammad Maliki ikut terseret dalam pusaran pemberitaan tentang dugaan permainan uang dalam penanganan kasus di lingkungan Polres Rokan Hilir (Rohil). Pemberitaan ini langsung menyedot perhatian publik di daerah ini.

Bahkan AKBP Andrian Pramudianto, selaku Kapolres Rohil langsung ikut bereaksi dan bicara dengan tegas, karena  namanya juga ikut dicatut. Ia pun secara tegas menepis pemberitaan tersebut. Bahkan dirinya marah besar begitu mengetahui namanya ikut diseret-seret dalam pusaran kasus tersebut.

“Saya tegaskan siapapun yang melanggar hukum apalagi main-main kasus kita sikat. Saya tidak mau institusi Polri tercoreng. Sebab kita konsisten menegakan hukum sesuai undang-undang berlaku,” tegasnya.

Ia pun meminta kepada pihak-pihak yang membawa-bawa namanya, untuk bisa menyelesaikan kasus tersebut dan bertanggungjawab menjelaskannya secara gamblang dan terang kepada publik.
“Saya tidak pernah menerima sepeserpun,  bahkan mengintruksikan apapun soal kasus yang sedang berproses untuk memperoleh keuntungan," tegas Andrian  Pramudianto.

Kasus yang dimaksud adalah dugaan aliran uang sebesar Rp 1 miliar, dalam pusaran penanganan sebuah kasus di Polres Rokan Hilir, dari seseorang bernama Alex Sander. Dalam pemberitaan itu, nama Muhammad Maliki juga ikut terseret sebagai penjembatan.

Atas pemberitaan tersebut, Muhammad Maliki pun memberikan klarifikasinya, supaya semuanya menjadi jelas dan terang. Sehingga tuduhan miring itu tidak menjadi informasi liar di tengah masyarakat.
Menurut Maliki, masalah tersebut awalnya bermula dari ia di datangi seorang temannya satu organsisai kepemudaan di Pekanbaru, bersama seseorang bernama Bripka Alex Sander dan istrinya Nopa Wiliana.
Karena menganggap tamu, maka kedatangan Bhabinkamtibmas Panipahan itu di sambut dengan baik dan ramah.

Dalam kesempatan itu, diutarakanlah bahwa mereka minta dibantu mengurusi masalah Alex Sander, dalam rangka mencari keadilan atas persoalan yang ia hadapi di Polres Rokan Hilir.
“Saat itu sempat saya tanya kenapa datang ke saya? Mereka menjawab, katanya saya dekat dengan Pak Kapolres Rohil,” ujar Maliki yang awalnya memang sangat keberatan merespon permintaan tersebut. Namun ia terus di datangi sampai ke Pekanbaru yang kebetulan saat itu ia sedang membawa istrinya kontrol kehamilan.

Setelah merangkum semua persoalan yang dihadapi Alex Sander, dan setiba kembali ke Rokan Hilir, ia pun berdiskusi dengan dengan pihak Polres terkait masalah yang dimaksud. Hasilnya, bahwa kasus tersebut memang tidak bisa dibantu.

“Sifatnya kan saya membantu mencoba menjembatani. Karena mereka sudah bermohon-mohon kepada saya minta tolong. Tapi memang hasilnya tak bisa dibantu dan hal itu sudah saya sampaikan ke yang bersangkutan,” beber Maliki.

Melihat beratnya persoalan tersebut, ia pun tak berniat lagi untuk meneruskan dan menutup pintu untuk berusaha membantu. Namun lagi-lagi Bripka Alex Sander melalui isterinya tetap memohon agar bisa membantunya.

“Saat itu Nopa (isteri Bripka Alex Sander) berdalih kasian anaknya. Anak perempuannya itu sangat dekat sama ayahnya dan anaknya sangat bangga lihat ayahnya pakai seragam polisi sehingga tak jarang Alex harus pura-pura berdinas di depan anaknya,” cerita Maliki menirukan ucapan Nopa.

Terharu dengan cerita tersebut dan hatinya pun tersentuh, karena ia juga bisa merasakan bagaimana menjadi seorang ayah. Untuk itu ia pun berupaya mencari jalan lain agar Bripka Alex Sander bisa kembali berdinas. 

Saat itu, Maliki juga dititipkan sejumlah uang, sebagai upaya untuk membantunya menyelesaikan persoalan tersebut. “Tapi apa mau di kata, saya hanyalah orang biasa saja sehingga hasilnya tidak sesuai keinginan,” bebernya.

Bripka Alex Sander sendiri di kirimin surat sidang etik sebanyak 2 kali, pertama 21 November dan kedua 24 November 2022. Setelah sidang kode etik internal itu ia dijatuhi sanksi PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat) dari kepolisian.

Itu artinya upaya hukum Alex Sander gagal, walaupun menang gugatan di pengadilan. Sejak itu mulailah butir kekecewaannya diluapkan ke publik oleh pihak Alex Sander.

Maliki pun merasa tidak enakan atas gagalnya upaya yang ia lakukan. Sementara mereka punya harapan besar kepadanya. Bahkan Maliki pun menyampaikan akan mengembalikan uang yang sempat dititipkannya. Hanya saja, Nopa (isteri Bripka Alex Sander) masih tetap berharap adanya pertolongan dari dirinya.

Dalihnya adalah, masih ada upaya hukum lain yang bisa di tempuh yaitu PTUN terkait hasil PTDH yang sudah diputuskan. 
“Sejak itu mulailah kami ancang-ancang untuk mencari pengacara. Dari beberapa nama yang kami telusuri, jatuhlah pilihan kepada advokad Dedy Silitonga, SH, karena advokat ini pernah memenangkan kasus serupa saat PTUN,” kata Maliki.

Sejak itu Nopa terus mengajaknya untuk bertemu advokad Dedy Silitonga. Namun karena kesibukannya yang sedang praktek sebagai dokter internship, maka ia tidak bisa menerima ajakan tersebut.

“Dan ntah bagaimana ceritanya PH-nya tersebut berpindah kepada Adv Aga Khan, SH, MH (adik dari salah satu petinggi polri) dan keputusannya tidak jadi PTUN melainkan banding. Sejak mengenal adv Aga Khan, mereka mulai menyerang saya, dan menuntut uang segera di kembalikan dengan nada mendesak. Tapi saat itu juga saya bermohon untuk diberi waktu kepada istrinya via telepon dan istrinya menyetujui. Tetapi ntah bagaimana ceritanya kesepakatan itu dilanggar dan saat ini mereka menyerang melalui media. Saya juga binggung kenapa mereka tiba-tiba menyerang seperti ini ke saya. Padahal saya membantu mereka dengan ikhlas. Bahkan saya juga membatu mereka saat mereka ingin menjual mobil Yarisnya kepada rekan-rekan showroom yang saya kenal,” kata Maliki.

Walaupun begitu Maliki tetap menghubungi Nopa dengan baik dan menyemangati mereka agar tetap sabar dengan kasus yang sedang di jalani. 

Kemudian beberapa hari sebelumnya, Nopa juga sempat mengabarkan kalau suaminya, Bripka Alex Sander sudah bisa berdinas kembali. “tentu saya mengucapkan selamat dan tahniah atas capaian tersebut,” katanya.

Namun terkait uang yang sudah dititipkan Nopa kepadanya, tentu akan dikembalikan seluruhnya. Namun saat itu disampaikan pengembaliannya secara bertahap dan nopa pun menyetujui hal tersebut.
“Tapi sekarang sudah saya kembalikan hampir semuanya dengan bukti transfer yang sudah saya kirim juga ke Kak Nopa walupun kesepakatan awalnya uang operasional tidak perlu dibalikan karena di anggap itu bagian dari resiko dalam kepengurusan ini,” katanya.

Ditempat terpisah Kapolres Rokan Hilir,  AKBP Andrian Pramudianto,SH, SIK dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak pernah terima uang dari kasus narkoba, “Tidak Benar saya terima uang, sepersen pun saya tidak pernah terima uang, saya  berani sumpah Posong, ini ada oknum yang  menggunakan nama saya, saya minta agar di klarifikasi, kata  Andrian Pramudianto dengan nada geram. 

Dia menegaskan bahwa soal adanya pemberitaan yang menyebutkan dirinya menerima sejumlah uang untuk kasus narkoba, hal itu, tegasnya adalah berita bohong dan hoax.

"Saya tegaskan bahwa pemberitaan yang membawa dan menyeret nama saya bahwa menerima uang itu hoaks, fitnah, saya tidak main-main dalam hal ini karena institusi dan nama saya tercermar akibat fitnah yang ditujukan kepada institusi dan saya " tegas Andrian 

AKBP Andrian mengatakan dirinya meminta kepada pihak yang menyeret dan membawa namanya dalam kasus hukum di daerah setempat untuk menyampaikan ke publik bahwa itu tidak benar dan kabar bohong.

"Saya tegaskan siapapun yang melanggar hukum apalagi main-main kasus kita sikat, saya tidak mau institusi Polri tercoreng, kita konsisten menegakan hukum sesuai undang-undang yang berlaku, dan selalu mengayomi masyarakat, pelindung masyarakat, saya minta yang membawa-bawa nama saya untuk mendapatkan uang bahwa bisa menyelesaikan kasus, pihak tersebut untuk bertanggungjawab menjelaskan ke masyarakat banyak, bahwa saya tidak pernah menerima bahkan mengintruksikan apapun soal kasus yang sedang berproses untuk memperoleh keuntungan " tegas AKBP Andrian.

Sementara itu beberapa warga yang sempat di wawancarai, mengatakan bahwa  tidak semudah itu membawa nama apalagi mengatakan ada keterlibatan Kapolres Rokan Hilir dalam pusaran kasus  tersebut, karena ini menyangkut nama baik dam  marwah institusi,”Saya  yakin dan percaya bahwa Kapolres Rokan Hilir, Andrian Pramudianto adalah orang baik selama saya kenal, meski beliau baru tugas di wilayah hukum  Polres Rokan Hilir dan tidak mungkin belia ikut terlibat,”kata Pujo warga  Banjar XII. Menurut Pujo  meski baru tuga di Rokan Hilir, beliau adalah orang baik, dekat dengan masyarakat, suka membantu masyarak dan tidak mau pencitraan, kata Pujo (jon)

Editor: 1

Tidak Ada Keterlibatan Kapolres RohilKlarifikasi Uang 1 MiliardMuhammad Maliki
Berita Terkait
  • Rabu, 08 Feb 2023 17:52

    Wapres: Percepat Produksi Minyak Bumi 1 Juta Barel/Hari Sebelum 2030

    JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong percepat produksi minyak bumi 1 juta barel per hari sebelum 2030, demikian juga gas bumi dengan target 12 miliar standar kaki k

  • Rabu, 08 Feb 2023 17:43

    Anji Tanggapi Komentar Gita Savitri soal Stunting: Buat Gundah Perasaan Saya

    JAKARTA - Musisi Anji turut menyoroti Gita Savitri yang tengah jadi topik pembicaraan hangat. Tetapi, eks vokalis Drive ini bukan menanggapi masalah childfree yang membuat influencer te

  • Rabu, 08 Feb 2023 17:40

    MotionTrade Ungkap 3 Keuntungan Buyback Saham bagi Investor

    JAKARTA - Istilah buyback atau dibeli kembali seringkali terdengar dalam dunia investasi pasar modal, khususnya pada instrumen saham. Para investor saham pun mesti tahu keuntungan saat memutuskan

  • Rabu, 08 Feb 2023 17:30

    Biodata dan Agama Gita Savitri yang Ribut dengan Netizen Gara-Gara Childfree

    JAKARTA - Biodata dan agama Gita Savitri Devi akan dibahas dalam artikel Okezone kali ini. Pemilik akun Gitasav tersebut kembali ribut dengan netizen karena childfree.Gita Savitri menye

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2023 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.