Selasa, 19 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Motif Ekonomi di Balik Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura

hukrim

Motif Ekonomi di Balik Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 16 Jul 2025 14:23
okezone.com
BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar mengungkap fakta baru, dalam kasus perdagangan bayi ke Singapura. Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas orang tua yang menjual bayinya mengaku melakukannya karena desakan kebutuhan ekonomi.

"Keterangan dari salah satu korban menyebutkan motifnya karena faktor ekonomi," kata Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, Rabu (16/7/2025).

Namun demikian, ujar Surawan, penyidik belum berhasil mengidentifikasi seluruh orang tua dari bayi-bayi yang dijual. Penyelidikan terus dilakukan untuk menelusuri asal-usul bayi yang menjadi korban sindikat perdagangan manusia (human trafficking) ini.

"Kami masih menelusuri asal bayi-bayi itu, siapa orang tuanya, dan apa motifnya," tambahnya.

Surawan menjelaskan, sebelum bayi dijual, tersangka mendekati ibu korban yang tengah hamil. Para pelaku membujuk, merayu, dan mengiming-imingi sejumlah uang. Setelah orang tua menyetujui, pelaku membiayai seluruh proses persalinan.

Sindikat disebut memberikan uang berkisar antara Rp11 juta hingga Rp16 juta kepada orang tua bayi. Setelah lahir, bayi dibawa ke rumah penampungan dan dirawat hingga berusia sekitar 3 bulan.

Setelah itu, sindikat membuat dokumen administratif seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan paspor, seluruhnya dibuat di Pontianak.

"Pontianak menjadi tempat pembuatan dokumen. Bayi-bayi itu dimasukkan ke dalam kartu keluarga orang lain, lalu dibuatkan dokumen keimigrasian termasuk paspor," terang Surawan.

Penyidik juga telah menangkap seorang tersangka baru berinisial Y, perempuan warga negara Indonesia. Ia ditangkap saat tiba dari luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

"Kami telah mencekal yang bersangkutan. Dia kembali ke Indonesia melalui Bandara Soetta dan diamankan petugas imigrasi semalam," ujar Surawan.

Belum Ada Indikasi Penjualan Organ

Menanggapi dugaan keterlibatan sindikat dalam penjualan organ tubuh, Surawan menyebut hingga kini belum ditemukan indikasi ke arah tersebut.

"Rata-rata keterangan dari para tersangka menyebutkan bahwa bayi-bayi itu dijual untuk diadopsi. Belum ditemukan indikasi penjualan organ," tegasnya.

Kasus ini pertama kali terungkap saat seorang orang tua bayi melapor bahwa anaknya diculik. Namun, setelah diselidiki, ternyata bayi tersebut memang dijual, hanya saja belum dibayar oleh sindikat.

"Ini sebenarnya kasus penjualan bayi, tapi karena belum dibayar, orang tuanya malah melaporkan seolah-olah bayinya diculik," tutup Surawan.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.