Senin, 18 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Panja DPR Ungkap Temuan Harga Gabah Lampaui HPP, Beri Catatan Ini

hukrim

Panja DPR Ungkap Temuan Harga Gabah Lampaui HPP, Beri Catatan Ini

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 15 Jul 2025 10:31
Detiknews.com
Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyerapan Gabah dan Jagung Komisi IV DPR RI menemukan pembelian gabah kering panen melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Ketua Panja, Alex Indra Lukman, memberi catatan kepada pemerintah.
Temuan ini didapat Panja Komisi IV DPR dalam kunjungan kerja ke salah satu penggilingan swasta di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (11/7) lalu. Dalam pesannya kepada wartawan, Selasa (15/7/2025), Alex mengungkapkan para pedagang di kota tersebut membeli gabah petani Rp 7.400 per Kg, bahkan Rp7.500 per kg di beberapa wilayah. Sementara, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras kualitas medium masih tetap di angka Rp 12.500 per kg.

"Harga pembelian GKP oleh sektor swasta jauh melampaui HPP, semestinya jadi bagian dalam sistem peringatan dini (early warning system) pemerintah, untuk masuk mengintervensi pasar," kata Alex.

Alex menyebut jika hal ini dibiarkan, harga jual beras dari swasta dapat melebihi HET. Menurutnya, ini menjadi kontraproduktif dengan target swasembada pangan pemerintah.

"Ini akan kontraproduktif bagi ekosistem bisnis dalam kerangka mendukung swasembada pangan yang jadi salah satu target Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," kata Ketua PDI Perjuangan Sumbar itu.

Alex mengungkapkan HPP GKP sesuai Keputusan Kepala Bapanas No 2 Tahun 2025 yang efektif berlaku tanggal 15 Januari 2025, yaitu sebesar Rp 6.500 per kg. Harga ini berlaku untuk pembelian gabah oleh Perum BULOG dan perusahaan swasta.

Jika swasta menjual beras di atas HET, dapat dijerat dengan Pasal 56 Undang-Undang Pangan dengan hukuman berupa pemberian sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha maupun denda selain dicap sebagai pedagang nakal.

"Membuat harga gabah di tingkat petani pada harga yang menjanjikan keuntungan, merupakan kewajiban pemerintah. Begitupun melindungi swasta yang merupakan penggerak utama perekonomian," kata Alex.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 18 Mei 2026 16:42

    Rumah di Tengah Kebun Terbakar, Ayah dan Anak di Musi Banyuasin Tewas Terjebak

    Satu unit rumah di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, ludes terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang juga menelan korban jiwa.Dua penghuni ru

  • Senin, 18 Mei 2026 16:30

    Komdigi Blokir 3.000 Nomor Telepon Terindikasi Penipuan, Ada yang Catut Nama Anggota DPR

    Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menyebut bahwa pihaknya telah memblokir 3.000 nomor telepon terindikasi penipuan (scam call) dengan modus mencatut nama pejabat publik, termas

  • Senin, 18 Mei 2026 16:17

    Antrean Penyeberangan RoRo Bengkalis Padat di Penghujung Libur Panjang, Dishub Tambah 2 Trip.

    BENGKALIS-Kepadatan antrean pasca libur panjang akhir pekan sempat terjadi di pelabuhan RoRo Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu, Minggu (17/5) malam kemarin.Kepadatan terjadi karena ramainya arus bali

  • Senin, 18 Mei 2026 16:02

    Breaking News: Korporasi Sawit di Pelalawan Ditetapkan Jadi Tersangka Pengrusakan Lingkungan.

    PEKANBARU-PT Musim Mas, di Pelalawan, Provinsi Riau, ditetapkan sebagai tersangka korporasi kejahatan lingkungan hidup.Perusahaan sawit ini melakukan aktivitas terlarang, dengan membuka perkebunan kel

  • Senin, 18 Mei 2026 15:53

    Mobil Pribadi Mogok Ditengah Banjir di Sontang Rohul, Ditarik Truck Minyak.

    PASIR PENGARAIAN-Banjir di jalan lintas Sontang, Rohul - Duri, Bengkalis kembali makan korban.Sebuah mobil pribadi mogok ditengah-tengah banjir.Kejadian tersebut terjadi pada Jumat pekan lalu (15/5/20

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.