Polres Rokan Hulu
Pembunuh Mr.X di Rohul Terancam Hukuman Mati
Laporan : Fahrin Waruwu
Selasa, 01 Mar 2016 13:19
ROKANHULU - Dua pelaku pembunuhan sadis di tepi Jalan Lintas Provinsi (Jalinprov) antara perbatasan Kecamatan Rambah Hilir dan Kepenuhan Hulu tepatnya di Simpang Surau Munai, Sungai Siyih, Desa Pekan Tebih, Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Jumat (19/2) lalu sekitar pukul 15.45 WIB, berhasil diamankan dan terancam hukuman mati, kini tinggal satu orang lagi masih dalam pengejaran polisi dan salah satu tersangka dihadiahi timah panas karena berusaha lari saat ditangkap.
Disampaikan Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Wirawan Novianto, melalui konfrensi pers, Selasa (1/3), awlanya polisi mendapat laporan mayat laki-laki atau Mr X yang ditemukan warga di tepi Jalinprov Kepenuhan Hulu, Setelah dilakukan penyelidikan, korban ternyata korban tindak pidana pembunuhan berencana dan curas, korban itu bernama Yefiaro Ndruru (35), BHL PT RAPP Estate Cerenti, di Kabupaten Kuantan Singingi Riau
Ditubuh korban terungkap mengalami 18 tusukan benda tajam, setelah penyidik Satuan Reskrim Polres Rohul melakukan identifikasi sidik jari, pencocokan sejumlah temuan barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) serta laporan dari pihak keluarga.
Lanjutnya, jenazah Yefiaro Nduru telah diserahkan ke pihak keluarga, melalui istri korban bernama Tiasa Laia (33) di Jalan Utama, Gang Puspasari III, Kelurahan Simpang Tiga, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Jumat (26/2) petang.
Dari keterangan keluarga korban, saat terakhir keluar dari rumah, korban membawa uang sekitar Rp10 juta. Tapi uang yang ditemukan tim identifikasi dari dalam kaos kaki yang dikenakan korban hanya Rp4,5 juta.
"Setelah kita lakukan penyelidikan secara intensif, kita dapat menemukan pelaku sebanyak 3 orang, yakni bernisial At, FG dan FH, saat itu, korban dijemput dua tersangka korban dibonceng FG, sampai di TKP, pelaku berpura-pura kalau sepeda motornya rusak," ungkapnya.
Jelasnya, kedua pisau jenis keris milik, FG berwarna kuning dan FH berwarna merah, kedua bilah pisau digunakan untuk menghabisi nyawa korban, bakan tim juga menemukan Hand phone milik korban dipakai FH. Kedua pelaku ini mulanya hendak kerja di PT RAPP Kuansing.
"Kedua tersangka ini kita tangkap di Afdeling 5 PT PIS II, Kepenuhan, awalanya 1 pelaku sempat melarikan diri, makanya kita lumpuhkan dengan timah panas," tegasnya.
Tambahnya, untuk kedua pelaku dikenakan pasalnya, 340 dan 365 KUH Pidana ancaman hukuman mati atau 20 tahun penjara dengan modus operandi perampokan dan pembunuhan. "Tapi pelaku inisial AT hingga kini belum bisa kita amankan, sementara waktu statusnya masih Daftar Pencarian Orang (DPO)," tutupnya. (Fah)
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau