Selasa, 28 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Bandung Ringkus Kurir yang Bawa Narkoba di Dalam Kacang

hukrim

Polisi Bandung Ringkus Kurir yang Bawa Narkoba di Dalam Kacang

Rabu, 30 Mei 2018 11:23
Detik.com
Pelaku penyelundup narkoba
Kabupaten Bandung - Satuan Narkoba Polres Bandung bersama Lapas Kelas II Jelekong Bandung berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan disisipkan ke dalam kacang kulit.

"Ini modus baru, dimana (sabu nya) dimasukkan ke dalam kacang, dibungkus rapi sehingga nampak tidak seperti narkoba. Tahunya adalah kacang, ini modus baru," kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan didampingi Kasat Narkoba Polres Bandung AKP Wahyu Agung usai melakukan gelar perkara di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Rabu (30/5/2018).

Indra mengungkapkan dua tersangka itu bernama Diki Darmawan (29) dan Fajar (29). Keduanya bermaksud mengantar makanan dan membesuk napi bernama Andri (39) di Lapas Narkoba Jelekong. Oleh petugas ditemukan narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam kulit kacang.

"Oleh petugas sipir dilakukan pemeriksaan dan ada barang yang ditemukan benda diduga narkoba. Petugas sipir beri tahu kami, kami kesana langsung melakukan tindak lanjut," ungkapnya.
Polisi Bandung Ringkus Kurir yang Bawa Narkoba di Dalam Kacang
Foto: wisma putra

Selain itu, dari tangan tersangka polisi juga berhasil mengamankan 13 cangkang Garuda yang di dalamnya diduga berisi narkoba jenis gorila dan tiga buah handphone milik para tersangka.

"Tersangka merupakan kurir, dia mengantarkan 11 paket," tambahnya.

Di lapas Jelakong, anggota Sat Narkoba Polres Bandung langsung melakukan pemeriksaan terhadap napi yang memesan barang haram itu.

"Ancaman hukum, Pasal 114 Ayat 1 sub Pasal 112 Ayat 1 No 35 Tahun 2009, ancaman 20 tahun penjara," pungkasnya.

Salah satu tersangka Diki mengatakan, ide menyelundupkan sabu yang dimasukkan ke dalam kacang kulit di dapatkan dari temannya. Untuk mengelabui petugas, sabu itu di bungkus sangat rapi, sehingga tidak terlihat seperti narkoba.

"Idenya dari teman, dirapatkan lagi pakai lem. Saya cuman ngirim saja, sekali kirim dikasih Rp 500 ribu. Melakukannya berdua sama teman, sabunya dari tempelan (bandar masih DPO), jumlahnya 11 paket kecil-kecil, disuruh orang dalam lapas," ujar pria pengangguran itu.

(detik.com)
Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.