Terkait Laporan Dijanjikan Bulog Ditukar Ramos, Kalna Lawyer Akan Dampingi Terlapor
Laporan : Hendra Dedi Syahbudi/Anggi Sinaga
Selasa, 08 Des 2015 14:47
BAGANBATU - Terkait pemberitaan yang memuat judul " Dijanjikan Bulog Ditukar Ramos, Ibu ini Laporkan Tiga Pemuda Kepolisi", seorang pengacara mengaku bahwa isi berita tersebut tidak benar dan perlu diklarifikasi.
Pernyataan itu disampaikan di postingan media sosial facebook Kalna Lawyer Siregar yang diposting sekaligus menshare berita tersebut pada Selasa (8/12/2015)
Dalam postingan tersebut, Kalna menulis," saya telah menerima foto oknum tersebut yang secara sengaja membagikan raskin dengan menyodorkan APK milik paslon tertentu dengan mengatakan " PILIHLAH DIA ". Pada saat di Polres Rokan Hilir kami akan berikan untuk dijadikan alat bukti. Saya kira berita ini tidak benar dan perlu diklasifikasi".
Dan selanjutnya, Kalna Lawyer juga menulis pada kolom komentar bahwa ia akan mendampingi para terlapor dengan aduan laporan palsu. " Dan terkait ini, kami akan dampingi Para Terlapor tersebut untuk mengajukan Laporan/Pengaduan terkait Laporan Palsu dan atau Pengaduan Fitnah ke Polres Rokan Hilir".
Seperti diberitakan sebelumnya berharap ingin mendapatkan beras Bulog dapat ditukar dengan beras Ramos. Seorang IRT, Fitra Wati (50) warga Bukit Raya, RT 001, RW 003, Kelurahan Pujud Selatan, Kecamatan Pujud, rela beras Bulog yang ia dapat dari kantor kelurahan setempat dibawa oleh 3 orang pemuda dengan alasan beras bulog tersebut nanti ditukar dengan beras Ramos.
Namun, beras Bulog yang bakal ditukar dengan beras Ramos yang oleh 3 pemuda tersebut tidak kunjung diantar. Merasa tertipu, pada Senin (7/12) kemarin, ia didampingi kuasa hukumnya melporkan 3 pemuda tersebut ke unit Reskrim Polres Rohil.
Kuasa Hukum ( PH ), Cutra Andika SH dalam siaran persnya di Posbakum Selasa (8/12) menerangkan, bahwa klienya pada Jumat (4/12) sekira pukul 20.00 Wib ia diminta oleh pihak kelurahan setempat menjemput beras Bulog ( Raskin ) sebanyak 15 Kg secara gratis di kantor kelurahan. Mendengar itu, klienya itu pergilah menjemput beras tersebut dan membawa pulang kerumahnya.
Jadi, terang Cutra, pada Sabtu (5/12) datang 3 orang pemuda berinisia SY, AL dan DD menanyakan kepada kliennya itu tentang beras Bulog tersebut. "Klien saya menjawab, bahwa beras itu ada didapur rumah," kata Cutra.
Selanjutnya, 3 pemuda itu mengatakan beras itu akan ditukar dengan beras Ramos. "Mendengar beras akan ditukarkan dengan beras mahal, makanya klie saya itu mau," ujar Cutra.
Selanjutnya, 3 orang pemuda itu membawa beras Bulog itu. Namun, setelah ditunggu-tunggu, beras yang mau ditukar itu tidak kunjung tiba. Tapi, heranya pada sore harinya, klienya itu dipanggil pihak Panwascam ke kantor.
"Ketika sampai di kantor Panwscam, klien saya melihat berasa Bulog miliknya berada di kantor tersebut," terang Cutra. Hebatnya lagi, di goni beras ada kartu nama salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rohil.
"Padahal, menurut keterangan klien saya, pada saat ia membawa beras Bulog itu dari kantor kelurahan, tidak ada kartu nama calon tersebut," terang Cutra.
Jadi, tegas Cutra, merasa ditipu tanpa alasan yang jelas, maka klienya itu minta didampingi perkara tersebut ke Polres Rohil. "Jadi, laporan itu sudah sampai ke Polres Rohil, tentunya harapan saya Polres Rohil bisa menahan 3 pelaku itu, dan saya minta pihak Panwascam setempat bisa menyelesaikan persolan itu dengan arif dan bijaksana," harap Cutra Andika.
Kapolres Rohil, AKBP Subiantoro SH SIK melalui Kasat Reskrim Polres Rohil AKP Eka Ariandy Putra SH SIK ketika dikonfirmasi membenarkan tentang adanya laporan tersebut.
Menurutnya, kerugian IRT tersebut hanya sekitar Rp.40ribu. "Nah, kalau untuk kartu nama yang ada di beras itu, masih tahap proses ditingkat Panwascam," jelasnya.
Nanti, lanjut Eka, apabila bukti lengkap, maka Panwas akan melaporkan ke pihak Penegak Hukum ( Gakum ). "Disitu nanti, ada polisi dan ada pihak kejaksaan," katanya.
Eka juga menambahkan, bahwa beras raskin milik IRT tersebut, diamankan pihak Panwascam guna proses klarifikasi. "Nah, jangan sempat hal ini menjadi di politisi oleh pihak tertentu, yang bisa menguntungkan salah satu pasangan calon tertentu," pungkas AKP Eka Ariandy Putra.(ded/ asg)
Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat
Mulia-Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, pada Minggu (21/06/2026). Kegiatan ini diselenggara
7 Fakta BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bank In
PLN Percepat Pemulihan Pembangkit, Pasokan Batu Bara Diperkuat
JAKARTA â€" PT PLN (Persero) terus mempercepat langkah-langkah pengamanan keandalan sistem kelistrikan, khususnya di Pulau Jawa, melalui percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan op
Ngeri! Wanita 52 Tahun Kena Kanker Kulit Karena Sering Menicure
JAKARTA - Perawatan kuku dengan cat gel dan lampu UV memang menjadi tren kecantikan yang digemari banyak wanita. Namun, sebuah laporan medis mengungkap kasus mengejutkan seorang wanita berusia 52
Tiba-Tiba Panik Lupa Matiin Kompor hingga Kunci Pintu saat Pergi? Ini Penjelasan Medisnya dari Dokter
JAKARTA â€" Pernah merasa panik di tengah perjalanan karena tiba-tiba ragu apakah kompor sudah dimatikan atau pintu rumah sudah dikunci? Meski sering dikaitkan dengan gejala pikun, kond