Sabtu, 25 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Tipikor Polres Inhil Pelajari Proyek Reboisasi di Dinas Kehutanan

Tipikor Polres Inhil Pelajari Proyek Reboisasi di Dinas Kehutanan

Laporan : Aditya Prahara
Kamis, 12 Nov 2015 16:50
Ilustrasi

TEMBILAHAN – Tindak pidana korupsi (Tipidkor) Polres Inhil, saat ini sedang mempelajari dan melakukan analisa terkait dugaan korupsi proyek reboisasi di Dinas Kehutanan Kabupaten Indragiri Hilir. Disinyalir keberadaan proyek tersebut dari tahun ketahun sudah banyak merugikan keuangan Negara.

"Untuk sementara memang sedang kita lakukan analisa dan dipelajari permasalahan pada proyek tersebut," ujar Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono kepada media ini beberapa waktu lalu melalui SMS.

Dari informasi yang berhasil di rangkum, dugaan korupsi dana reboisasi yang sedang ditangani oleh Tipikor Polres Inhil tersebut adalah proyek yang berlokasi di Kecamatan Concong untuk anggaran tahun 2014. Diduga proyek tersebut pengerjaan jauh dari kata selesai, tapi uangnya sudah dicairkan 100 persen.

"Saya sempat dengar,  proyek reboisasi di Kecamatan tersebut sedang dibidik oleh Kepolisian.Kita berharap, kasusnya bisa terangkat, agar rekanan dan SKPD dapat bekerja dengan sebaik mungkin dalam upaya penyelamatan mangrove Inhil," kata salah seorang sumber media ini.

Proyek reboisasi di Kabupaten Inhil seperti alat korupsi yang dilakukan oleh rekanan kontraktror dan SKPD terkait di "Negeri Seribu Parit" ini. Ironisnya meski banyak proyek yang kesannya dikerjakan secara asal-asalan, bahkan ada yang fiktif, mereka yang berbuat seperti tidak tersentuh oleh hukum.

Makanya hampir sepuluh tahun belakangan ini tidak ada satupun dugaan kasus korupsi dana reboisasi yang diangkat kepermukaan yang pada gilirannnya menyeret pelaku kejalur hukum.

Padahal kondisi hutan mangrove (bakau) di Indragiri Hilir kini semakin mengkuatirkan karena ekploitasi yang terus menerus oleh masyarakat maupun perusahaan. Sementara upaya rehabilitasi tak pernah dilakukan.

Kerusakan hutan mangrove ini memberikan dampak negatif yang cukup signifikan, mulai dari rusaknya habitat ekosistem mangrove termasuk fauna yang hidup di dalamnya. Selain itu juga mempercepat abrasi daratan, terutama di daerah pesisir.

Jika hutan mangrove terus dieksploitasi seperti sekarang tanpa memikirkan pelestariannya, ke depan akan semakin banyak daratan yang tenggelam oleh terjangan abrasi Padahal saat ini, tanaman mangrove di sepanjang bibir pantai dan sungai hanya berjarak sekitar 30 meter hingga 50 meter dari bibir pantai. Sedangkan bagian dalamnya hampir semuanya sudah ludes.

Untuk itu, mulai saat ini harusnya ada upaya menyeluruh dari seluruh elemen untuk menyelamatkan hutan mangrove. Kalau tidak, ke depan nantinya jangan sampai kita menyesali akibat dari pembalakan liar ini. (dit)
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.