Usai Kapolres Dituding Arogan, Kini Anggota Polres Kampar Diduga Aniaya Pria Tunanetra
Admin
Jumat, 04 Mar 2022 15:49
KAMPAR - Kepolisian Resor (Polres) Kampar kembali jadi sorotan masyarakat. Setelah sebelumnya sang Kapolres AKBP Rido Purba dituding arogan oleh umat Muhammadiyah di Kampar, kini anggotanya dituduh menganiaya pria tunanetra.
Meski demikian, Rido sudah membantah adanya pemukulan oleh anggota Tim TEMBAK Polres Kampar di Bangkinang Kota pada Sabtu (26/2/2022) malam lalu.
Rido mengaku sudah memerintahkan Propram Polres Kampar menangani kasus ini. Ia meminta dugaan pemukulan itu dilaporkan agar peristiwa yang sebenarnya terungkap.
Di lain pihak, keluarga korban pemukulan heran dengan bantahan tersebut.
"Itulah. Kenapa dibilang nggak ada pemukulan?" kata Fajri, abang sulung Dedi Wira Candra penyandang Ttunanetra, pada, Jumat (4/3/2022).
Candra yang berusia 19 tahun adalah salah satu diduga korban kekerasan fisik oleh petugas saat melintasi Jalan Ahmad Yani, Bangkinang Kota dengan sepeda motor. Ia adalah warga Kecamatan Salo.
Difabel itu dianiaya bersama teman seusianya, Rendy yang mengemudikan sepeda motor. Mereka berbonceng tiga. Satu lagi duduk paling belakang bernama Putra.
Fajri meminta pertanggungjawaban petugas pelaku pemukulan.
Ia masih tidak terima adiknya anak keempat dari lima bersaudara yang cacat organ penglihatan itu mengalami kekerasan fisik.
"Kalau mau tilang, ya tilang ajalah. Jangan pakai kekerasan gitu," tandas Fajri.
Ia menyatakan pihaknya berencana membawa masalah ini ke ranah pidana.
Pada Rabu (2/3/2022) malam lalu, adiknya sudah dimintai keterangan di Markas Polres Kampar.
Ia tidak tahu tujuan pemeriksaan selama berjam-jam itu. Ia hanya berharap kebenaran terungkap.
Fajri mengaku, adiknya yang berusia 19 tahun itu dipukul di bagian belakang telinga kiri.
"Tiga hari juga telinganya berdengung," katanya.
Sementara Rendy, mengalami memar di bagian perutnya. Sedangkan Putra, kata Fajri, tidak mendapat kekerasan fisik.
Menurut Fajri, Candra selama ini tidak memiliki kegiatan. Adiknya itu menghabiskan keseharian di rumah saja.
Kontroversi Polres Kampar yang sebelumnya menyita perhatian adalah spanduk yang berisi tuntutan agar AKBP Rido dicopot. Spanduk dipasang di sejumlah lokasi pada Selasa (15/2/2022) lalu.
Spanduk itu mengatasnamakan warga, kader dan simpatisan Muhammadiyah Kabupaten Kampar.
"Menolak sikap kasar dan arogan Kapolres Kampar AKBP. Rido Purba, SIK, MH.," demikian isi spanduk itu.
Spanduk itu menuduh Rido bersikap kasar dan arogan kepada kepala sekolah, guru, pengawas dan kepala desa di Kampar.
Persoalan ini sedang ditangani Propam Polda Riau.