- Home
- Internasional
- 117 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Brasil
117 Orang Tewas Akibat Longsor dan Banjir Bandang di Brasil
Admin
Jumat, 18 Feb 2022 13:55
PETROPOLIS - Jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan banjir di Kota Petropolis, Brasil bertambah menjadi 117 pada Kamis (17/2/2022). Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring hujan deras, terbesar dalam hampir satu abad, yang terus melanda wilayah itu.
Hujan deras di sore hari, ketika kota itu mencatat curah hujan sekira 6 cm menyebabkan lebih banyak ketidakstabilan tanah dan mengganggu upaya untuk menemukan korban dan membersihkan puing-puing. Ahli meteorologi mengatakan bahwa hujan dengan curah hujan mencapai 4 cm diperkirakan turun semalam di wilayah tersebut.
Lebih dari 700 orang harus meninggalkan rumah mereka dan berlindung di sekolah-sekolah lokal dan akomodasi darurat lainnya. Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro pada Rabu (16/2/2022) membandingkan kerusakan dengan zona perang.
Ada informasi yang saling bertentangan mengenai jumlah korban tragedi itu. Polisi mengatakan lebih dari 100 orang hilang sementara kantor kejaksaan mengatakan setidaknya 35 orang hilang.
Pada siang hari, kamar mayat setempat terpaksa menggunakan truk berpendingin sebagai cadangan karena lebih banyak korban dibawa masuk sementara jenazah lainnya masih menunggu untuk diidentifikasi oleh keluarga mereka.
Hujan yang pada Selasa (15/2/2022) saja melebihi rata-rata sepanjang Februari, menyebabkan tanah longsor yang membanjiri jalan-jalan, menghancurkan rumah-rumah, menghanyutkan mobil dan bus, dan meninggalkan luka selebar ratusan meter di lereng gunung di kawasan itu. Baca selengkapnya
Itu adalah curah hujan terberat yang tercatat sejak 1932 di Petropolis, tujuan wisata di perbukitan Negara Bagian Rio de Janeiro, yang dikenal sebagai "Kota Kekaisaran" karena merupakan liburan musim panas bangsawan Brasil pada abad ke-19.
Sejak Desember, hujan lebat telah memicu banjir dan tanah longsor yang mematikan di sebagian besar Brasil, mengancam akan menunda panen dan secara singkat menghentikan operasi penambangan di negara bagian Minas Gerais, tepat di utara Rio.