Senin, 04 Mei 2026

internasional

120 Ribu Orang Tinggalkan Ghouta Timur Dalam Delapan Hari

Sabtu, 24 Mar 2018 16:44
okezone.com

DAMASKUS - Kelompok Pemantau hak asasi manusia (HAM) Suriah melaporkan, sebanyak 120.000 orang sejauh ini telah mengungsi dari daerah yang dikuasai gerilyawan di Ghouta Timur,

Kelompok paling akhir, sebanyak 2.450 orang yang mencapai daerah yang dikuasai pemerintah melalui tempat penyeberangan Wafidin di sebelah timur-laut Damaskus pada Jumat, kata Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia.

Warga sipil telah meninggalkan Ghouta Timur sejak 14 Maret, dan jumlahnya terus bertambah setiap kali militer Suriah merebut daerah baru di daerah itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi (24/3/2018).

Perkembangan tersebut terjadi saat makin banyak daerah jatuh ke dalam kendali pasukan Suriah di Ghouta Timur dan kelompok gerilyawan setuju untuk mengosongkan posisi mereka dan pergi ke daerah yang dikuasai gerilyawan di Provinsi Idlib di bagian barat-laut Suriah.

Pasukan Suriah sudah merebut lebih dari 80 persen daerah itu sejak melancarkan serangan besar untuk mengusir gerilyawan pada penghujung Februari.

Ghouta Timur, wilayah pertanian dengan luas 105 kilometer persegi yang terdiri atas beberapa kota kecil dan lahan pertanian, menimbulkan ancaman terakhir buat ibu kota Suriah karena kedekatannya dengan permukiman yang dikuasai pemerintah di sebelah timur Damaskus dan serangan mortir yang berlangsung terhadap daerah permukiman di Damaskus, sehingga mendorong orang ke ambang penderitaan.

Empat kelompok utama gerilyawan saat ini berada di dalam Ghouta Timur, yaitu Tentara Islam, Failaq Ar-Rahman, Ahrar Ash-Sham, dan Komite Pembebasan Levant --yang juga dikenal dengan nama Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida.

Berbagai lembaga kemanusiaan telah menyampaikan kekhawatiran mengenai situasi kemanusiaan yang bertambah buruk bagi 400.000 orang di wilayah itu, tempat para pegiat mengatakan sebanyak 1.000 orang telah tewas sejak penghujung Februari akibat pemboman sengit dan operasi militer di daerah Ghouta Timur.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.