Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • 500 Pengungsi Suriah di Libanon kembali ke negaranya secara sukarela

Internasional

500 Pengungsi Suriah di Libanon kembali ke negaranya secara sukarela

Kamis, 19 Apr 2018 13:58
Merdeka.com
Sebuah bus yang akan mengangkut pengungsi Suriah kembali ke desa Beit Jinn di barat daya Damaskus. AFP / HASSAN JARRAH

Ratusan pengungsi Suriah, baik anak-anak maupun orang tua meninggalkan daerah Shebaa di Libanon tenggara untuk kembali ke rumah mereka di Beit Jinn, barat daya Damaskus.

Mereka sebenarnya memutuskan untuk kembali lebih dari sebulan lalu, tetapi kemudian menunggu sampai kondisi membaik sebelum melakukan perjalanan.

Sekitar 500 orang secara sukarela kembali ke negara mereka yang dilanda perang selama tujuh tahun.

Seorang pengungsi bernama Younes Othman (31) adalah seorang petani di Suriah dan telah menghabiskan empat tahun terakhir di Libanon, "Kami tidak punya kabar tentang kampung halaman kami. Keluarga saya dan saya senang bisa kembali", ujarnya dikutip dari Arab News, Kamis (19/4).

Sebanyak 15 bus yang dihiasi dengan poster Presiden Suriah Bashar Assad akan membawa mereka kembali ke Suriah.

Walau pemulangan ini difasilitasi oleh Pemerintah Libanon, dengan badan pengungsi PBB (UNHCR). Mereka bersikeras bahwa tak ada paksaan bagi pengungsi itu untuk kembali ke negaranya.

Juru bicara UNHCR Lisa Abou Khaled mengatakan, bahwa mereka hanya mengunjungi warga Suriah yang akan kembali secara sukarela, tetapi pihaknya mengaku belum memeriksa situasi keamanan di Beit Jinn.

Dia mengatakan para pengungsi mengatakan mereka kembali ke Suriah karena kondisi hidup di Libanon sulit dan mereka ingin bersatu kembali dengan keluarga.

"Keputusan orang-orang ini untuk kembali didasarkan pada jaminan dari keluarga mereka di Suriah," katanya.

Pengungsi Suriah telah membentuk sekitar seperempat populasi di Libanon, dengan sekitar satu juta orang diperkirakan telah melarikan diri ke sana sejak perang saudara dimulai pada tahun 2011.

Presiden Libanon Michel Aoun menyerukan warga Suriah yang terlantar di negaranya untuk dikembalikan ke 'daerah aman' di tanah air mereka.

(Merdeka.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 08:50

    Diduga Terima Suap Tambang, Kajari dan Kasi Pidum Kejari Tuban Dicopot

    Kepala Kejaksaan Negeri Tuban beserta Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) dicopot dari jabatannya di tengah mencuatnya dugaan suap terkait penanganan perkara tambang di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:47

    OTT di Sumut, KPK Benarkan Bupati Langkat Ditangkap

    Bupati Langkat, H Syah Afandin, ikut diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. OTT di Sumut dilakukan Kamis (2/7/2026)."Benar," kata Wa

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:45

    Belajar dari YouTube, Pasutri di Medan Nekat Produksi Pil Ekstasi Rumahan

    Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Utara membongkar sebuah rumah yang dijadikan pabrik rumahan pembuatan pil ekstasi di Jalan Mangkubumi Gang Aceh, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Me

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:40

    Cegah Jalan Rusak dan Kecelakaan, Polres Siak Tertibkan Truk Sawit ODOL di Jalan Lintas Perawang

    SIAK - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Siak menindak tegas truk pengangkut kelapa sawit yang melanggar aturan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) di sepanjang Jalan Lintas P

  • Jumat, 03 Jul 2026 08:39

    DPRD Pekanbaru Minta Disdik Awasi Ketat Pemenuhan Kuota SMP Negeri, Cegah Jual Beli Kursi

    PEKANBARU â€" Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Abidin, meminta Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru melakukan pengawasan khusus terhadap proses pemenuhan kuota di sejumlah SMP negeri yang hingg

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor