- Home
- Internasional
- AS: Suriah dan Rusia Berusaha Hilangkan Bukti Serangan Senjata Kimia
Internasional
AS: Suriah dan Rusia Berusaha Hilangkan Bukti Serangan Senjata Kimia
Jumat, 20 Apr 2018 13:52
Washington, DC - Amerika Serikat mengklaim memiliki informasi yang dapat dipercaya bahwa Rusia dan Suriah tengah berusaha "membersihkan" lokasi dugaan terjadinya serangan senjata kimia. Hal tersebut disampaikan oleh pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Heather Nauert mengatakan, tim inspektur dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) belum diberikan akses ke lokasi dugaan terjadinya serangan senjata kimia di Douma. Serangan dikabarkan terjadi pada 7 April 2018.
"Kami memiliki informasi kredibel yang menunjukkan bahwa para pejabat Rusia bekerja sama dengan rezim Suriah untuk menolak dan menunda tim inspektur mendapatkan akses ke Douma," ungkap Nauert seperti dikutup dari News.com.au pada Jumat, (20/4/2018).
"Para pejabat Rusia telah bekerja sama dengan rezim Suriah, kami yakini, untuk membersihkan lokasi dugaan serangan dan menghilangkan barang bukti yang memberatkan terkait penggunaan senjata kimia," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nauert juga menegaskan kembali sikap Amerika Serikat yang meyakini bahwa Suriah bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Douma. Menurutnya, Washington memiliki informasi yang dapat dipercaya yang menyebutkan bahwa "orang-orang di lokasi telah ditekan oleh Rusia dan Suriah untuk mengubah pengakuan mereka".
Nauert menyatakan kekhawatiran pihaknya bahwa barang bukti akan semakin "memburuk" seiring dengan penundaan pemberian akses terhadap tim investigasi. "Itu sangat memprihatinkan kami.
Negara-negara Barat mengklaim sejumlah orang tewas dalam dugaan serangan senjata kimia tersebut. Namun, segala tudingan Barat dibantah Suriah dan Rusia.
Adapun Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis telah melancarkan serangan balasan untuk merespons dugaan serangan senjata kimia tersebut. Washington dan sekutunya meluncurkan lebih dari 100 rudal ke Suriah pada Sabtu, 14 April 2018.
(Liputan6.com)
Internasional
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener