Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • AS Pindahkan Kedutaannya dari Kyiv di Tengah Meningkatnya Ketegangan Ukraina-Rusia

AS Pindahkan Kedutaannya dari Kyiv di Tengah Meningkatnya Ketegangan Ukraina-Rusia

Admin
Selasa, 15 Feb 2022 15:39
merdeka.com

AS memindahkan kantor kedutaan besarnya di Ukraina dari ibu kota Kyiv ke kota di wilayah barat, Lviv. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken pada Senin.

Blinken mengatakan pemindahan ini dilakukan karena "akselerasi dramatis penempatan pasukan Rusia."

Langkah ini diambil ketika pasukan AS memperingatkan Moskow terus menambah pasukannya di wilayah perbatasan dekat Ukraina, dari 100.000 pasukan menjadi 130.000 pasukan saat ini. AS juga memperingatkan Rusia bisa kapan saja menyerang Ukraina, termasuk Kyiv.

Moskow telah membantah adanya rencana untuk melakukan invasi penuh ke negara tetangganya itu.

"Serangan ke Ukraina bisa disertai kekerasan masif, penghancuran besar, dan kehilangan nyawa yang tidak akan membedakan antara orang Amerika, orang Ukraina atau lainnya," jelas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Selasa (15/2).

Blinken mengatakan dalam sebuah pernyataan, keputusan untuk memindahkan operasional kedutaan ke Lviv - sekitar 80 kilometer dari perbatasan Ukraina dengan Polandia di wilayah barat, dilakukan karena kekhawatiran terhadap keamanan para staf.

Sebagian besar staf kedutaan negara lainnya telah diperintahkan untuk meninggalkan Ukraina dan warga negara Amerika telah diminta untuk meninggalkan negara tersebut.

Blinken mengatakan, memindahkan operasional kedutaan tidak mengurangi dukungan AS untuk "kedaulatan dan integritas teritorial" Ukraina, dan para diplomat AS akan tetap berhubungan dengan pemerintah Ukraina.

Blinken menambahkan, pihaknya terus menekan Moskow untuk mengedepankan resolusi diplomatik.

Namun menurut Ned Price, belum jelas apakah Rusia tertarik mencapai resolusi melalui jalur diplomatik. Washington, lanjutnya, menggarisbawahi komentar Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov dalam rapat yang disiarkan televisi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang mengatakan Moskow akan menekan upaya diplomatik untuk mendapatkan jaminan keamanan dari Barat.

"Apa yang tidak kami garis bawahi adalah adanya indikasi deeskalasi (oleh pasukan Rusia)," kata Price.

Price menyampaikan, memindahkan kedutaan berdasarkan kajian "apa yang kami lihat di lapangan dengan mata kami sendiri, semakin bertambahnya (pasukan) Rusia dan tidak beralasan."

"Itu kemungkinan yang nyata, mungkin lebih nyata dari sebelumnya, bahwa Rusia mungkin memutuskan untuk mengedepankan tindakan militer," jelasnya.

Dia menambahkan, Duta Besar AS untuk Ukraina, Kristina Kvien akan bekerja dari Lviv, dan perwakilan AS di Kyiv akan dijaga Kepolisian Garda Nasional Ukraina.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.