- Home
- Internasional
- AS Tawarkan Hadiah Rp 143 Miliar untuk Informasi Pemimpin ISIS di Afghanistan
AS Tawarkan Hadiah Rp 143 Miliar untuk Informasi Pemimpin ISIS di Afghanistan
Admin
Selasa, 08 Feb 2022 11:49
Amerika Serikat menawarkan hadiah senilai USD 10 juta atau Rp 143 miliar bagi informasi tentang lokasi Sanaullah Ghafari, pemimpin kelompok ISIS di Afghanistan.
Hadiah yang ditawarkan Kementerian Luar Negeri AS kemarin itu juga termasuk untuk informasi soal orang-orang yang bertanggung jawab atas bom di Bandara Kabul tahun lalu yang diklaim oleh kelompok ISIS cabang Afghanistan atau ISKP (ISIS-K).
Laman Aljazeera melaporkan, Selasa (8/2), serangan bom di ibu kota Afghanistan itu menewaskan 170 warga sipil dan 13 tentara AS di saat mereka sedang menjalani proses penarikan mundur pasukan dari negara itu.
Ghafari atau juga dikenal dengan nama Shahab al-Muhajir ditunjuk menjadi pimpinan ISKP pada Juni 2020 lalu, menurut Kementerian Luar Negeri AS. Dia bertanggung jawab atas operasional seluruh ISKP di Afghanistan dan menggalang dana bagi kelompok mereka.
Hasil penyelidikan militer AS pada insiden 26 Agustus di Bandara Kabul itu dirilis empat hari lalu. Peristiwa itu tampaknya dilakukan oleh satu orang yang meledakkan sebuah alat peledak dilengkapi bola-bola besi di tengah kerumunan orang.
Beberapa hari kemudian AS melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menyasar target militan ISKP.
Namun sejumlah media melaporkan serangan itu justru menewaskan 10 warga sipil Afghanistan, termasuk beberapa anak. Pejabat militer AS kemudian meminta maaf meski tak satu pun dari tentara AS dihukum.
Tak banyak informasi diketahui mengenai Ghafari tapi sejumlah kabar menyebut dia adalah komandan al-Qaidah dan mantan anggota jaringan Haqqani, salah satu faksi kuat dan ditakuti di Taliban.
Ghafari masuk dalam daftar hitam AS pada November lalu sebagai teroris global.
Dua anggota ISKP lainnya--juru bicara Sultan Aziz Azam atau Sultan Aziz dan pemimpin senior Maulawi Rajab Salahudin juga masuk daftar hitam.
"Kami berkomitmen menggunakan seluruh kekuatan kontraterorisme untuk melawan ISIS-K dan memastikan Afghanistan tidak menjadi sarang terorisme internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price kala itu.