- Home
- Internasional
- AS Tempatkan 200 Penjaga Perdamaian Setelah Tarik Pasukan dari Suriah
Internasional
AS Tempatkan 200 Penjaga Perdamaian Setelah Tarik Pasukan dari Suriah
Jumat, 22 Feb 2019 14:34
- Trump mengumumkan penarikan 2000 tentara dari Suriah di bulan Desember
- Setelah berbicara dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, Trump akan menyisakan pasukan untuk penjaga perdamaian
- Trump mendapat tekanan guna mengubah kebijakan guna melindungi milisi Kurdi
Bulan Desember lalu, Presiden Trump mengumumkan penarikan 2000 tentara dari Suriah setelah jatuhnya wilayah paling akhir yang dikuasai oleh IS.
Namun Trump mendapat tekanan dari beberapa penasihatnya untuk mengubah kebijakan tersebut guna melindungi pejuang Kurdi yang berjuang melawan IS dan sekarang mungkin mendapat ancaman dari pemerintah Turki.
Tentara Amerika Serikat yang masih disisakan juga akan digunakan untuk mencegah meluasnya pengaruh Iran di kawasan.
"Sejumlah kecil pasukan penjaga perdamaian sekitar 200 oran akan tetap berada di Suriah selama beberapa waktu." kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan.
Keputusan itu diumumkan setelah Presiden Trump berbicara lewat telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Pernyataan Gedung Putih itu mengatakan kedua pemimpin setuju, bahwa berkenaan dengan Suriah untuk 'melanjutkan koordinasi guna menciptakan zona aman."
Masih belum jelas sampai berapa lama 200 tentara itu akan berada di kawasan tersebut dan juga dimana mereka akan ditempatkan.
Menempatkan sekelompok kecil tentara Amerika Serikat di Suriah bisa membuka jalan bagi para sekutu AS di Eropa untuk mengirimkan ratusan tentara Eropa untuk membantu membangun dan menjaga zona aman di Suriah Tenggara.
"Ini akan menjadi petunjuk jelas bagi sekutu dan anggota koalisi bahwa kami akan tetap berada di sana dalam kapasitas tertentu." kata seorang pejabat senior Amerika Serikat.
Keputusan untuk mempertahankan tentara sebagai penjaga perdamaian bisa membantu Trump yang sebelumnya mendapat kritikan ketika mengatakan akan menarik pasukan yang bisa menyebabkan IS menguat kembali.
Turki ingin membangun zona aman, dengan bantuan logistik dari sekutunya namun ingin wilayah itu bersih dari milisi YPG Kurdi dukungan Amerika Serikat yang menurut Turki adalah kelompok teroris.
Sumber: detik.com
Internasional
Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART
Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan
Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera
Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!
JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn
Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter
JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala
Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem