Rabu, 06 Mei 2026

Internasional

Amerika Serikat Usir 35 Diplomat Rusia

Jumat, 30 Des 2016 10:21
Sputnik
Foto Obama bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin
NEW YORK-Demi menunjukkan keseriusannya dalam tudingan terhadap peretasan pemilihan presiden yang melibatkan Negeri Beruang Merah, Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengusir 35 diplomat Rusia. Para diplomat itu diberikan waktu 72 jam untuk meninggalkan Negeri Paman Sam.

Langkah ini dipastikan akan membuat hubungan Rusia dan AS semakin memburuk. Pasalnya keputusan ini langsung dikeluarkan oleh Presiden Barack Obama.

"Tindakan ini diambil usai peringatan pribadi dan terbuka yang kami keluarkan untuk Pemerintah Rusia dan ini merupakan respons yang tepat serta perlu akibat upaya membahayakan kepentingan AS," tegas Obama terkait pengusiran pada diplomat asal Rusia, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (30/12/2016). Obama menyatakan pencurian data (peretasan pada pilpres AS) hanya bisa diperintahkan melalui para petinggi di Kremlin.

Selain mengusir para diplomat, Obama juga mengumumkan penjatuhan sanksi kepada sembilan individu serta badan-badan di Rusia, termasuk GRU (Direktorat Utama Intelijen Rusia). Sang Presiden AS menuturkan, dua bangunan milik Rusia di New York dan Maryland yang dilaporkan digunakan untuk aktivitas intelijen telah ditutup.

Saat ini Kementerian Luar Negeri AS menyatakan, status 35 diplomat itu sebagai persona non grata (orang yang tidak dapat diterima atau tidak diinginkan lagi di suatu negara). Berdasarkan informasi terbaru, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan, 35 diplomat yang diusir itu merupakan para agen intelijen Rusia.

Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengindikasikan langkah Obama ini mungkin saja berkembangan ke arah pemindahan Kedutaan Besar Rusia di Washington DC serta Konsulat Rusia di San Fransisco. Obama menjustifikasi langkah yang ia ambil dengan mengatakan, tindakan itu merupakan gabungan dari respons AS atas aktivitas agresif yang dilakukan Rusia. (okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.