- Home
- Internasional
- Anak-Anak Korban Gempa Nepal Dijadikan Budak di Inggris
Internasional
Anak-Anak Korban Gempa Nepal Dijadikan Budak di Inggris
Senin, 04 Apr 2016 14:53
LONDON – Keluarga-keluarga kaya di Inggris dilaporkan membeli anak-anak yang menjadi korban gempa bumi besar yang melanda Nepal pada tahun lalu untuk bekerja sebagai budak. Anak-anak yang berusia mulai dari 10 tahun itu dijual seharga 5.350 poundsterling atau sekira Rp98 juta di pasar gelap oleh geng yang beroperasi di wilayah Punjab, India.
Menurut penyelidikan yang dilakukan surat kabar Inggris, The Sun, geng-geng tersebut menyasar anak-anak dari pengungsi Nepal dan keluarga India yang miskin. Penyelidikan itu juga mengungkap bahwa para bocah tersebut dijual oleh orangtua mereka yang tidak mampu.
"Saya dapat menyediakan seorang anak laki-laki. Tapi untuk membawanya ke Inggris dan dokumen yang akan dibutuhkan, itu tanggung jawab Anda," kata seorang pedagang budak bernama Makkhan Singh, sebagaimana dilansir IB Times, Senin (4/4/2016).
"Kami pernah menyediakan anak laki-laki yang telah dibawa ke Inggris. Apa yang Anda lakukan kepadanya itu terserah Anda," ujarnya lagi.
Singh yang telah melakukan bisnis gelap ini selama delapan tahun mengatakan bahwa pihaknya memiliki jaringan yang luas dan dapat menyediakan dokumen yang dibutuhkan untuk membawa para bocah itu ke Inggris.
Laporan penyelidikan ini segera mendapat respons dari Menteri Dalam Negeri Inggris Theresa May yang menyebut perdagangan manusia ini sebagai kejahatan yang menjijikkan. Dia meminta aparat penegak hukum Inggris untuk segera melakukan penyelidikan atas klaim tersebut.
"Kami mendorong The Sun untuk membagi penemuan yang menggelisahkan ini dengan polisi dan National Crime Agency (NCA) sehingga tindakan yang pantas bisa diambil terhadap penjahat keji yang mendapatkan untung dari perdagangan ini," kata May.
Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) yang mengguncang Nepal pada April 2015 mengakibatkan sedikitnya 9.000 orang tewas dan jutaan lainnya membutuhkan bantuan dan kehilangan tempat tinggal. Banyak bangunan yang hancur dan memaksa orang-orang untuk membangun tenda karena terlalu takut untuk tinggal di dalam bangunan. (okezone.com)
Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses
Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v
Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm
Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat
Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah
Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga
Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito
Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me
Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener