Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bak Budak, Bocah-bocah Korut Dipaksa Kerja Perbaiki Rel Kereta Api

Internasional

Bak Budak, Bocah-bocah Korut Dipaksa Kerja Perbaiki Rel Kereta Api

Sabtu, 17 Des 2016 10:56
Daily Mirror
Anak-anak kecil di Korut dipaksa memperbaiki rel kereta api.
PYONGYANG - Sejumlah foto dan video yang dirilis media Inggris, Daily Mirror, menunjukkan bocah-bocah cilik di Korea Utara (Korut) dipaksa kerja siang hari layaknya budak. Mereka dipaksa kerja keras 10 jam sehari untuk memperbaiki rel kereta api dengan palu.

Foto dan video yang dirilis tersebut kontra dengan kondisi pemimpin Korut Kim Jong-un yang menikmati kehidupan mewah. Menurut laporan media Inggris itu, bocah yang dipaksa kerja di siang hari itu yang paling kecil berusia lima tahun.

"Rekaman yang diperoleh oleh Mirror adalah dokumentasi mengejutkan dari salah satu pelanggaran terburuk Korut, yang memunculkan pekerja anak," kata Michael Glendinning, dari Aliansi Hak Asasi Manusia Eropa di Korut.

Dokumen itu diperoleh dari jaringan informan pemberani yang menggunakan kamera tersembunyi untuk diam-diam merekam apa yang terjadi di Korut selama tahun ini.

Salah satu video yang diambil dari wilayah timur laut Provinsi Ryanggang menunjukkan anak berusia sekitar delapan atau sembilan tahun tampak menyedihkan. Dia mengenakan kaus tim sepak bola Inggris, diperintahkan untuk memecah batu di tebing.

Ada juga dua gadis berjuang untuk mengangkat beban berat di tumpukan. Selain itu, tampak juga anak lekaki meringis kelelahan akibat tekanan dari pekerjaannya.

Aktivis HAM tersebut memperingatkan bahwa di negara dengan populasi lebih dari 24 juta jiwa itu, ada jutaan anak yang digunakan sebagai tenaga kerja budak setiap hari. Anak-anak yang dipaksa bekerja tersebut berasal dari keluarga miskin yang belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah.

Duta Inggris untuk PBB Matthew Rycroft menjelaskan bahwa kerja paksa di Korut merupakan "perbudakan modern".

Pemerintah Korut hingga kini belum mengonfirmasi bocornya video anak-anak kecil yang dipaksa bekerja layaknya budak untuk memperbaiki rel kereta api tersebut. (okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 16:51

    3 Kepala Daerah Jual Beli Jabatan Setahun Terakhir, Terbaru Bupati Kuansing

    Kasus dugaan jual beli jabatan kembali terjadi. Terbaru menyeret Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Suhardiman Amby. Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KP

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:48

    Desa Segati dan Bagan Limau Menerima Penghargaan Desa Bebas Api 2025-2026

    PELALAWAN â€" Desa Segati dan Desa Bagan Limau menerima Penghargaan Program Desa Bebas Api (DBA) 2025â€"2026 dari Asian Agri atas keberhasilannya menjaga wilayah tetap bebas dari kebakaran hutan dan l

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:43

    Festival Bakar Tongkang Rohil, Tradisi Mendunia yang Menggeliatkan Ekonomi Lokal

    BAGANSIAPIAPI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bagansiapiapi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya dengan turut serta mensponsori kegiatan Festival Bakar Tongkang 2026. D

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:29

    Satres Narkoba Polres Inhil Ringkus Tersangka Narkoba di Kemuning dan Sita 5.707 Butir Ekstasi dan Sabu

    TEMBILAHANâ€" Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial A.S.M. (38) berhasil diamankan dalam pengungk

  • Kamis, 02 Jul 2026 16:26

    Siapkan Ribuan Dosis, Dinas TPHP Bengkalis Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026

    BENGKALIS â€" Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Bengkalis resmi memulai Bulan Vaksinasi Rabies 2026 dengan menggelar kick off di halaman Kantor Dinas TPHP, Jalan Perta

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor