Rabu, 06 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bak Budak, Bocah-bocah Korut Dipaksa Kerja Perbaiki Rel Kereta Api

Internasional

Bak Budak, Bocah-bocah Korut Dipaksa Kerja Perbaiki Rel Kereta Api

Sabtu, 17 Des 2016 10:56
Daily Mirror
Anak-anak kecil di Korut dipaksa memperbaiki rel kereta api.
PYONGYANG - Sejumlah foto dan video yang dirilis media Inggris, Daily Mirror, menunjukkan bocah-bocah cilik di Korea Utara (Korut) dipaksa kerja siang hari layaknya budak. Mereka dipaksa kerja keras 10 jam sehari untuk memperbaiki rel kereta api dengan palu.

Foto dan video yang dirilis tersebut kontra dengan kondisi pemimpin Korut Kim Jong-un yang menikmati kehidupan mewah. Menurut laporan media Inggris itu, bocah yang dipaksa kerja di siang hari itu yang paling kecil berusia lima tahun.

"Rekaman yang diperoleh oleh Mirror adalah dokumentasi mengejutkan dari salah satu pelanggaran terburuk Korut, yang memunculkan pekerja anak," kata Michael Glendinning, dari Aliansi Hak Asasi Manusia Eropa di Korut.

Dokumen itu diperoleh dari jaringan informan pemberani yang menggunakan kamera tersembunyi untuk diam-diam merekam apa yang terjadi di Korut selama tahun ini.

Salah satu video yang diambil dari wilayah timur laut Provinsi Ryanggang menunjukkan anak berusia sekitar delapan atau sembilan tahun tampak menyedihkan. Dia mengenakan kaus tim sepak bola Inggris, diperintahkan untuk memecah batu di tebing.

Ada juga dua gadis berjuang untuk mengangkat beban berat di tumpukan. Selain itu, tampak juga anak lekaki meringis kelelahan akibat tekanan dari pekerjaannya.

Aktivis HAM tersebut memperingatkan bahwa di negara dengan populasi lebih dari 24 juta jiwa itu, ada jutaan anak yang digunakan sebagai tenaga kerja budak setiap hari. Anak-anak yang dipaksa bekerja tersebut berasal dari keluarga miskin yang belum pernah mengenyam pendidikan di sekolah.

Duta Inggris untuk PBB Matthew Rycroft menjelaskan bahwa kerja paksa di Korut merupakan "perbudakan modern".

Pemerintah Korut hingga kini belum mengonfirmasi bocornya video anak-anak kecil yang dipaksa bekerja layaknya budak untuk memperbaiki rel kereta api tersebut. (okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 06 Mei 2026 16:36

    Kapal Perusahaan Prancis Diserang di Selat Hormuz, Awak Luka-luka.

    Paris - Sebuah kapal milik perusahaan Prancis menjadi target serangan di Selat Hormuz. Serangan yang sumbernya belum diketahui itu, memicu kerusakan pada kapal dan menyebabkan sejumlah awak luka-luka.

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:19

    Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Pemerkosaan Pendiri Ponpes di Pati

    Jakarta - Polisi membuka posko pengaduan terkait kasus dugaan pemerkosaan oleh pendiri pondok pesantren AS (52) di Pati. Langkah ini dilakukan karena diduga masih ada korban lain yang belum melapor.Wa

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:08

    Dari 634 Titik, 27 Lokasi di Aceh Masih Tertimbun Lumpur

    Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra mengatakan progres pembersihan lumpur sudah hampir tuntas.Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana

  • Rabu, 06 Mei 2026 16:02

    Geng Motor Kembali Bikin Ulah di Makassar, Bacok dan Tabrak Warga Melintas

    Empat pelaku ditangkap polisi setelah mendapat laporan warga.Teror geng motor di Kota Makassar tak ada habisnya. Kali ini, seorang warga Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dibacok dan

  • Rabu, 06 Mei 2026 15:09

    I.League Pastikan Persija vs Persib Digelar dengan Penonton, Tapi Bobotoh Tetap Tak Boleh Hadir

    Jakarta - Direktur Utama I.League, Ferry Paulus memastikan status pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung tetap dengan penonton. Artinya The Jakmania diperbolehkan hadir mendukung Macan Kemayor

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.