Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bantah Tembak Jatuh MH17, Moskow: Tak Ada Sistem Rudal Rusia yang Lintasi Perbatasan Ukraina

Internasional

Bantah Tembak Jatuh MH17, Moskow: Tak Ada Sistem Rudal Rusia yang Lintasi Perbatasan Ukraina

Jumat, 25 Mei 2018 15:47
Dok. REUTERS

MOSKOW – Pemerintah Rusia membantah laporan tim penyelidik gabungan (Joint Investigative Group (JIG) yang menyatakan bahwa rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di Donbass pada Juli 2014 berasal dari salah satu brigade Rusia.

"Kami mengetahui pernyataan yang dibuat pada konferensi pers hari ini oleh perwakilan dari tim investigasi internasional terkait penyelidikan kecelakaan Boeing MH17 Malaysia atas Ukraina pada 17 Juli 2014," demikian disampaikan Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dilansir kantor berita TASS, Jumat (25/5/2018).

Pada konferensi pers yang digelar pada Kamis, JIG menyatakan bahwa MH17 dihantam oleh rudal BUK yang ditembakkan oleh Brigade Pertahanan Udara 53 Rusia yang ditempatkan di Kursk saat melintas di atas Donbass pada 17 Juli 2014. Dalam kejadian itu seluruh penumpang dan awak pesawat MH17 yang berjumlah 298 orang tewas.

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah pernyataan tersebut dan tuduhan tak langsung dari pihak Ukraina atas dugaan keterlibatan tentara Rusia dalam insiden yang menewaskan 298 orang itu. Kementerian itu juga menyatakan telah menyerahkan bukti yang sesuai kepada tim penyelidik Belanda.

"Tak satu pun dari sistem rudal pertahanan udara Angkatan Darat Rusia yang pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina," kata kementerian itu.

"Dalam kerangka interaksi dengan badan-badan penegakan hukum Belanda, pihak Rusia mempresentasikan banyak bukti yang dikonfirmasi oleh pengujian skala penuh dan dengan jelas menunjukkan keterlibatan kru sistem rudal BUK Ukraina dalam menghancurkan pesawat Boeing dari Belanda atas Ukraina."

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, tim penyelidik dari Belanda berfokus untuk memperkuat kesimpulannya dengan hanya menggunakan gambar dari jejaring sosial yang diedit secara terampil dengan bantuan grafik komputer," tambah kementerian.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia yang menyatakan JIG tidak memedulikan bukti-bukti yang disampaikan pihak Rusia dan hanya menggunakan bukti video yang didapat dari blogger Inggris, Bellingcat.

"Dalam situasi ini, kami memiliki pertanyaan yang sah tentang motif mendasar yang sebenarnya dari keputusan JIG untuk mengungkapkan hasil kesimpulan awal. Semua ini hanya menegaskan kekhawatiran kami sebelumnya tentang bias dan kesepihakan dari penyelidikan yang sedang berlangsung," demikian tertulis dalam pernyataan kementerian luar negeri.

(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 11:25

    Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan Sabu Lintas Pulau dari Riau ke NTB

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu jaringan lintas pulau dari Riau menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Dua or

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:23

    Razia BNNP Sumut di Patumbak Berujung Penyerangan, 25 Pengunjung Positif Narkoba

    Razia yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatra Utara di sebuah tempat hiburan di Jalan Talun Kenas, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, berujung ricuh setelah diduga ter

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:20

    Terungkap! Kupu-kupu Langka hingga Gading Gajah Diselundupkan dengan Modus Jemaah Umrah

    Polda Jawa Timur mengungkap tiga kasus besar penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan satwa dan komoditas bernilai tinggi. Mulai dari ribuan kupu-kupu langka, puluhan poto

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:17

    Tak Lagi Ala Militer, Intip Konsep Baru Pembekalan Peserta SPPI

    Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menjadi latihan pembekalan bel

  • Kamis, 02 Jul 2026 11:15

    Rekrutmen Anggota Dewan Harus Dibenahi, Saatnya Indonesia Memiliki UU Etika Penyelenggara Pemerintahan

    JAKARTA-Wafatnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, setelah diduga mengalami tekanan, ancaman, dan intimidasi dari tiga oknum anggota DPRD, dinilai bukan sekadar k

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor