Rabu, 24 Jun 2026

Internasional

Bela Muslim Uighur, Para Demonstran Gelar Aksi di New York

Rabu, 06 Feb 2019 16:38
(Dok.Antara)
kamp Uighur di Xinjiang, China
NEWYORK - Para demonstran berkumpul di luar gedung Misi Amerika Serikat untuk PBB di New York untuk membela minoritas muslim Uighur di China. Para demonstran juga mendesak pemerintah Amerika Serikat mengambil tindakan terkait perlakuan pemerintah China terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang.

"Besarnya kekejaman ini telah berbicara untuk saya," ujar seorang demonstran, Yosef Roth, mahasiswa di Yeshiva University. "Sangat penting untuk memperhatikan hal-hal seperti ini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/2/2019).

"Saya bukan aktivis, jujur saja. Saya hanya berpikir, fakta bahwa hal itu terjadi, mendorong semua orang untuk melakukan sesuatu. Ini sangat penting," tegasnya.

Aksi bela Uighur pada Selasa (5/2) waktu setempat tersebut diikuti sekitar 50 orang.

Menurut panel pakar-pakar PBB, sekitar satu juga warga Uighur dan minoritas muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp "pendidikan ulang" di Xinjiang. Kelompok-kelompok HAM seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga menuding pemerintah China melakukan kampanye pembersihan etnis dengan menghancurkan identitas dan budaya muslim Uighur serta melarang mereka mempraktikkan agama mereka.

Kelompok-kelompok HAM tersebut juga telah mendesak PBB untuk mengirimkan misi pencari fakta ke wilayah Xinjiang guna menyelidiki penahanan massal warga etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya.

Dalam statemen bersama, organisasi-organisasi HAM itu bersikeras bahwa kamp-kamp di Xinjiang sesungguhnya adalah kamp-kamp untuk "pendidikan politik", di mana orang-orang dikirimkan ke sana karena dianggap tidak loyal kepada pemerintah dan Partai Komunis China.

"Di kamp-kamp ini, mereka menjadi sasaran indoktrinasi politik yang dipaksakan, penyangkalan keyakinan mereka, penganiayaan, dan dalam beberapa kasus penyiksaan," demikian pernyataan kelompok-kelompok HAM internasional tersebut.

Dalam statemen mereka, kelompok-kelompok NGO tersebut menegaskan "sebuah misi pencari fakta yang dimandatkan oleh Dewan HAM PBB diperlukan untuk mengungkap kebenaran."

Pemerintah China telah menegaskan bahwa "pusat-pusat pendidikan kejuruan" yang berada di Xinjiang itu membantu orang menghindari terorisme dan memungkinkan mereka untuk diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Sebelumnya pada pertengahan November lalu, sebuah RUU yang mendukung Uighur dan mengupayakan sanksi-sanksi terhadap pemerintah China, disampaikan ke Kongres AS, dengan dukungan Senator Florida, Marco Rubio. Sejauh ini, belum dilakukan pemungutan suara mengenai RUU tersebut.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 11:46

    Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Segati, Pelalawan, Amankan Barang Bukti 28 Gram

    PELALAWAN â€" Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam tindak pidana peredaran narkotika jenis sabu di Desa Segati KM 59, Kecamatan Langgam, Kabupate

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:32

    Jalur Rimbo Sakti Saiyo Batuah Turun Mandi, Masyarakat Antusias Manggiring ke Suangai Kuantan

    TELUKKUANTAN - Rimbo Sakti Saiyo Batuah, jalur baru kebanggaan masyarakat Logas Tanah Darat (LTD) desa Perhentian Luas sah diluncurkan ke Sungai Kuantan atau lebih dikenal dengan sebutan turun mandi d

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:26

    Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter

    Lumajang - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak pada Rabu pagi (24/6/2026)."Terjadi

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:22

    Perkuat Fisik, Mental, dan Kesiapsiagaan, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Bela Diri Taktis

    Banjarbaru - Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan prajurit, Lanud Sjamsudin Noor menggelar latihan Bela Diri Taktis (BDT) yang diikuti oleh seluruh personel militer di Lapangan Amarta

  • Rabu, 24 Jun 2026 11:15

    Atlet Tinju Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Lampung

    Jakarta - Seorang atlet tinju Lampung yang telah memastikan tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 di Manado diduga menjadi korban penganiayaan brutal di kawasan Kompleks Gedung Ola

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.