Senin, 27 Apr 2026

Internasional

Bela Muslim Uighur, Para Demonstran Gelar Aksi di New York

Rabu, 06 Feb 2019 16:38
(Dok.Antara)
kamp Uighur di Xinjiang, China
NEWYORK - Para demonstran berkumpul di luar gedung Misi Amerika Serikat untuk PBB di New York untuk membela minoritas muslim Uighur di China. Para demonstran juga mendesak pemerintah Amerika Serikat mengambil tindakan terkait perlakuan pemerintah China terhadap warga Uighur di wilayah Xinjiang.

"Besarnya kekejaman ini telah berbicara untuk saya," ujar seorang demonstran, Yosef Roth, mahasiswa di Yeshiva University. "Sangat penting untuk memperhatikan hal-hal seperti ini," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/2/2019).

"Saya bukan aktivis, jujur saja. Saya hanya berpikir, fakta bahwa hal itu terjadi, mendorong semua orang untuk melakukan sesuatu. Ini sangat penting," tegasnya.

Aksi bela Uighur pada Selasa (5/2) waktu setempat tersebut diikuti sekitar 50 orang.

Menurut panel pakar-pakar PBB, sekitar satu juga warga Uighur dan minoritas muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp "pendidikan ulang" di Xinjiang. Kelompok-kelompok HAM seperti Human Rights Watch dan Amnesty International juga menuding pemerintah China melakukan kampanye pembersihan etnis dengan menghancurkan identitas dan budaya muslim Uighur serta melarang mereka mempraktikkan agama mereka.

Kelompok-kelompok HAM tersebut juga telah mendesak PBB untuk mengirimkan misi pencari fakta ke wilayah Xinjiang guna menyelidiki penahanan massal warga etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya.

Dalam statemen bersama, organisasi-organisasi HAM itu bersikeras bahwa kamp-kamp di Xinjiang sesungguhnya adalah kamp-kamp untuk "pendidikan politik", di mana orang-orang dikirimkan ke sana karena dianggap tidak loyal kepada pemerintah dan Partai Komunis China.

"Di kamp-kamp ini, mereka menjadi sasaran indoktrinasi politik yang dipaksakan, penyangkalan keyakinan mereka, penganiayaan, dan dalam beberapa kasus penyiksaan," demikian pernyataan kelompok-kelompok HAM internasional tersebut.

Dalam statemen mereka, kelompok-kelompok NGO tersebut menegaskan "sebuah misi pencari fakta yang dimandatkan oleh Dewan HAM PBB diperlukan untuk mengungkap kebenaran."

Pemerintah China telah menegaskan bahwa "pusat-pusat pendidikan kejuruan" yang berada di Xinjiang itu membantu orang menghindari terorisme dan memungkinkan mereka untuk diintegrasikan kembali ke masyarakat.

Sebelumnya pada pertengahan November lalu, sebuah RUU yang mendukung Uighur dan mengupayakan sanksi-sanksi terhadap pemerintah China, disampaikan ke Kongres AS, dengan dukungan Senator Florida, Marco Rubio. Sejauh ini, belum dilakukan pemungutan suara mengenai RUU tersebut.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 27 Apr 2026 18:18

    Lebih Cepat dari Target, Tim Penyelaras PWI Pusat Tuntaskan AD/ART

    Jakarta - Tim Penyelaras Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat berhasil menuntaskan

  • Senin, 27 Apr 2026 18:03

    Mengenal Kanker Prostat yang Dialami Benjamin Netanyahu

    JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengabarkan telah menjalani pengobaran kanker prostat yang dideritanya. Dikabarkan Netanyahu telah melakukan rangkaian pera

  • Senin, 27 Apr 2026 17:59

    Penurunan Kualitas Otak di Usia Produktif Kini Jadi Sorotan, Bukan Sekadar Penyakit!

    JAKARTA â€" Di tengah optimisme bonus demografi, Indonesia menghadapi ancaman yang jarang disadari: penurunan kapasitas berpikir pada usia produktif. Fenomena ini dikenal sebagai silent cogn

  • Senin, 27 Apr 2026 17:56

    Harga Pangan Hari Ini Naik, Minyak Goreng Tembus Rp23.709 per Liter

    JAKARTA - Harga pangan nasional terpantau mengalami pergerakan pada awal pekan ini, Senin (27/4/2026). Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, namun tidak sedikit juga yang mengala

  • Senin, 27 Apr 2026 17:51

    Purbaya Targetkan IHSG Tembus 28.000, Airlangga: Kita Kejar Pertumbuhan 20%

    JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut positif proyeksi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menem

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.