Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bendera Malaysia Dilaporkan Sebagai Simbol ISIS, Insinyur di Kansas Ajukan Tuntutan Hukum

internasional

Bendera Malaysia Dilaporkan Sebagai Simbol ISIS, Insinyur di Kansas Ajukan Tuntutan Hukum

Kamis, 22 Mar 2018 09:47
okezone.com

PETALING JAYA - Organisasi Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) cabang Kansas telah melayangkan gugatan hukum atas nama seorang insinyur Malaysia karena beberapa warga Amerika Serikat mengira bendera Malaysia sebagai "bendera Amerika yang dinodai dengan simbol ISIS".

Organisasi advokasi sipil itu menggambarkannya sebagai "tindakan klasifikasi rasial yang mengerikan dan diskriminasi agama yang mencolok".

Bendera Malaysia digunakan di sebuah pesta di danau rekreasi di Kota Wichita di Kansas pada September lalu. Namun, pemilik properti, Asosiasi Karyawan Spirit Boeing (SBEA) mengajukan keluhan kepada atasan dari insinyur Munir Zainal, warga Malaysia yang mengorganisir pesta tersebut.

Mereka menuduh Munir dan tamu-tamunya memiliki bendera kelompok militan ISIS dan melakukan pertemuan ISIS di properti milik SBEA.

"Pada 2 September 2017, Zanial (Munir) menyelenggarakan sebuah pesta untuk merayakan Idul Adha di Danau Rekreasi SBEA di Wichita, Kansas," demikian disampaikan ACLU dalam tuntutannya sebagaimana dilansir The Star, Kamis (22/3/2018).

"Setelah pesta tersebut, SBEA melaporkan tim keamanan Zanial kepada Spirit Aerosystems berdasarkan kekhawatiran bahwa Zanial berafiliasi dengan terorisme radikal dan menuduh bahwa dia telah menggunakan danau SBEA untuk mengadakan pertemuan ISIS.

"SBEA menuduh bahwa Zanial dan tamunya memiliki bendera Amerika yang telah 'dinodai oleh lambang ISIS' dan mengenakan 'pakaian Muslim'."

Perusahaan tempat Munir bekerja, Spirit Aerosystems, kemudian mengajukan keluhan kepada Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Meski FBI Membebaskan sang insinyur dari semua dugaan pada Oktober 2017, SBEA malah menyewa penyelidik swasta untuk terus menyelidiki kejadian tersebut dan menghentikan tunjangan sewa Munir.

Hal ini menyebabkan ACLU mengajukan gugatan federal pada Minggu, 18 Maret terhadap SBEA atas profiling rasial dan diskriminasi agama terhadap Munir, seorang anggota asosiasi yang membayar iuran.

"SBEA tidak pernah secara pribadi mendiskusikan tuduhannya dengan (Munir) Zanial sebelum mengakhiri tunjangan tersebut, dan dia tidak diberi tahu penghentian sampai dia kembali mencoba untuk memesan fasilitas rekreasi tersebut di kemudian hari.

"Kejadian itu telah menyebabkan Zanial mengalami banyak stres dan kecemasan.

"Dia khawatir investigasi tersebut dapat mempengaruhi status penduduk tetapnya yang sah dan merasa tertekan dan terhina berdasarkan pengalaman ini karena dia didiskriminasi berdasarkan etnis, ras dan agama," kata ACLU dalam sebuah pernyataan di situsnya.

Munir telah tinggal di Wichita bersama istri dan dua anaknya sejak 2011. Media lokal di Kansas dan The New York Times telah memberitakan gugatan ACLU tersebut.

Menurut pernyataan fakta dalam pengajuan ACLU, pesta tersebut dihadiri oleh sekitar 45 tamu, yang sebagian besar adalah orang Malaysia keturunan India.

Beberapa tamu perempuan Munir, termasuk istrinya, mengenakan jilbab. Pesta tersebut diadakan untuk merayakan sebuah perayaan umat Islam dan Hari Merdeka.

Munir meraih gelar master teknik penerbangan dari Wichita State University dan menyelesaikan program studi kerja di National Institute for Aviation Research.(dka)

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.