Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bendungan Brasil Jebol, Tipis Harapan Temukan Ratusan Korban Hilang

Internasional

Bendungan Brasil Jebol, Tipis Harapan Temukan Ratusan Korban Hilang

Senin, 28 Jan 2019 11:29
Detik.com
Sejumlah anggota regu penyelamat berupaya menarik tubuh seseorang dari timbunan lumpur setelah bendungan jebol di dekat Kota Brumadinho, Brasil.
Rio de Janeiro - Regu penyelamat yang masih berupaya mencari sekitar 300 orang hilang setelah bendungan jebol di Brasil mengatakan harapan untuk menemukan lebih banyakpenyintas "sangat tipis".

Tiada seorang pun yang ditemukan dalam kondisi hidup dekat Kota Brumadinho di bagian tenggara Brasil, pada Minggu (27/1). Sejak bendungan jebol pada Jumat (25/1) hingga Minggu (27/1), korban meninggal dunia mencapai 58 orang.

"Kami harus punya harapan," kata seorang perempuan yang suaminya hilang.

Penyebab bendungan jebol sampai saat ini belum jelas. Vale, pemilik kompleks pertambangan, menyatakan telah mengikuti semua prosedur keselamatan.

Upaya pencarian sempat dihentikan pada Minggu (27/1) lantaran muncul kekhawatiran bendungan lainnya yang juga dimiliki Vale berisiko turut jebol.

Bagaimana kabar terkini?

Vale mengatakan sebanyak 305 karyawan, kontraktor, dan warga masih hilang. Adapun sebanyak 192 orang dapat diselamatkan hidup-hidup.

"Setelah 48 jam upaya pencarian, peluang menemukan (seseorang) dalam kondisi hidup sangat tipis," kata Kolonel Eduardo Angelo, kepala operasi pencarian kepada segenap keluarga korban hilang.

"Namun kami masih bekerja dengan kemungkinan bahwa kami akan menemukan orang-orang dalam keadaan hidup," tambahnya.

Bendungan jebol mengakibatkan luapan lumpur menimbun kantin tempat para karyawan tambang sekaligus mengepung rumah-rumah warga, kendaraan, dan jalan.

Akses menuju kawasan itu sulit. Bahkan regu-regu penyelamatan menggunakan helikopter dan alat-alat berat.

Bus kedua yang mengangkut para karyawan telah ditemukan, namun para regu penyelamat belum mencapai kereta yang amat mungkin menampung penyintas atau jenazah.

"Saya masih punya harapan," ujar Nelia Mary Fonseca kepada BBC, selagi dirinya menanti kabar tentang suaminya, Adriano, yang bekerja sebagai kontraktor pertambangan.

Bagaimana dengan perusahaan?

Para jaksa penuntut umum mengatakan telah membekukan aset sebesar 11 miliar reais atau setara dengan Rp40,7 triliun milik Vale, perusahaan pertambangan terbesar di Brasil.

Walikota Brumadinho, Avimar de Melo Barcelos, mengritik perusahaan yang menurutnya bersikap "sembrono dan tidak becus" serta negara bagian Minas Gerais dalam pengawasan bedungan.

"Tragedi ini menghancurkan kota kami," cetusnya.

Dalam wawancara televisi, Direktur Vale, Fabio Schvartsman, menekankan bahwa bencana itu terjadi walaupun perusahaan telah mengikuti rekomendasi-rekomendasi keselamatan yang dibuat para pakar internasional.

"Saya bukan teknisi pertambangan. Saya mengikuti nasihat para teknisi dan Anda bisa lihat yang terjadi. Itu tidak berhasil," ujarnya.

Schvartsman, yang menjabat sejak Mei 2017, berikrar "maju di atas standar nasional dan internasional apapun. Kami akan menciptakan bantalan keselamatan yang jauh lebih mumpuni dengan apa yang kami miliki hari ini untuk menjamin ini tidak pernah terjadi lagi".

Pada 5 November 2015, sebuah bendungan milik Vale bersama BHP Billiton, jebol di Mariana, negara bagian Minas Gerais, menewaskan 19 orang. Kejadian saat itu dipandang sebagai bencana lingkungan terparah di Brasil.

Setelah melalui proses persidangan yang panjang, Vale mencapai kesepakatan dengan pemerintah bernilai sedikitnya 6,8 miliar reais atau Rp 25,2 triliun.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Rabu, 24 Jun 2026 18:35

    Dandim 1710/Mimika Ajak Warga Jaga Persaudaraan dalam Prosesi Perdamaian Perang Suku di Kwamki Narama

    Mimika-Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Jozanda, hadir dan mengawal langsung prosesi perdamaian perang suku yang berlangsung di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dandi

  • Rabu, 24 Jun 2026 17:36

    Kodim 1714/PJ dan Polri Berikan Dukungan Penuh Bersama Pemda Kab. Puncak Jaya Dalam Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Formasi Tahun 2024

    Puncak Jaya-Bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, telah dilaksanakan kegiatan Pembagian dan Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengang

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:41

    Berkacamata Hitam dan Masker, Aliansi Rakyat Sulsel Demo Dukung MBG Dilanjutkan

    Sejumlah emak-emak yang masuk dalam pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) turut berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan Aliansi Rakyat Sulsel untuk mendukung program Makanan Berg

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:29

    Duduk Perkara Warga di Labuhanbatu Utara Tewas Dianiaya Usai Dituding Curi Sawit

    Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatra Utara mengungkap kronologi kematian Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, yang diduga mengalami p

  • Rabu, 24 Jun 2026 16:04

    Kejagung Selamatkan Uang Negara Rp 131,5 Triliun

    Jakarta - Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat telah menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 131,5 triliun melalui penanganan perkara tindak pidana khusus sepanjang periode 2020 hingga 2026.J

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.