Kamis, 30 Apr 2026

Internasional

Bodyguard Erdogan Aniaya Wartawan, Polisi AS Cuek

Jumat, 01 Apr 2016 12:14
okezone.com
Para bodyguard Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengeroyok seorang wartawan di halaman Brookings Institution

WASHINGTON DC – Kearoganan Recep Tayyip Erdogan ternyata tak hanya terjadi di negaranya. Presiden Turki itu melalui para bodyguard atau para pengawalnya, tak kalah agresif menganiaya wartawan jelang pidatonya di Brookings Institution, Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Pidato tersebut dihelat Erdogan di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan Nuklir 2016, di mana Erdogan juga bakal mengadakan pertemuan bilateral secara "informal" dengan Presiden AS, Barack Obama.

Tapi jelang pidatonya, para bodyguard Erdogan yang tahu bahwa banyak wartawan penentang Erdogan yang datang selain para demonstran, melakukan tindakan kekerasan yang mengacu penganiayaan.

Seperti yang dialami Adem Arslan, wartawan surat kabar harian Özgür Düşünce. Arslan mengalami kekerasan fisik dari pengawal Erdogan, ketika tengah berbincang dengan Direktur Komunikasi Kebijakan Luar Negeri Brookings Institution, Gail Chalef.

"Saat kami sedang berbicara, pengawalnya Erdogan datang dan mengancam saya. Dia juga menendang saya. Gail bilang, 'dia jurnalis dan kami mengundangnya'. Pengawal Erdogan mengatakan bahwa mereka tidak peduli dan terus menyerang saya secara verbal dan fisik. Dia menarik saya keluar dari ruangan," sebut Arslan.

Keributan sempat terjadi, hingga akhirnya dilerai salah satu staf Kedutaan Turki dan anggota Kepolisian AS yang memang bertugas berjaga di sekitar lokasi.

"Mereka menegur saya dengan bahasa yang buruk. Salah satu dari mereka bilang, 'kami akan membunuh Anda, karena Anda pengkhianat'. Mereka pikir saya agen CIA (Badan Intelijen AS) karena saya bukan pendukung Erdogan," lanjutnya, dilansir The Guardian, Jumat (1/4/2016).

Penganiayaan juga dialami wartawan Turki lainnya, Emre Uslu yang bekerja untuk surat kabar Today's Zaman. Lutut Uslu sampai berdarah-darah ditendang pengawal Erdogan hingga Uslu tak bisa meng-cover pidato Erdogan. Sayangnya, penganiayaan itu hanya seolah dianggap angin lalu saat dia melaporkannya ke Kepolisian AS.

"Saya terkejut dengan sikap Kepolisian Washington Metropolitan. Mereka hanya mengatakan, 'seberangi jalan, jangan datang ke sini'. Saya juga lapor ke anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) AS dan dia bilang, dia tak punya yurisdiksi untuk investigasi lebih jauh," timpal Uslu.
(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.