Minggu, 26 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Bom Era PD II Diledakkan di Sungai Jerman, Picu Semburan Air Raksasa

Internasional

Bom Era PD II Diledakkan di Sungai Jerman, Picu Semburan Air Raksasa

Senin, 15 Apr 2019 10:54
Semburan air raksasa muncul di Sungai Jerman saat bom bekas perang diledakkan (Frank Rumpenhorst/Picture Alliance/Getty Images via CNN)
BERLIN - Sebuah bom bekas Perang Dunia II ditemukan di dalam sebuah sungai di wilayah Frankfurt, Jerman. Bom bekas perang itu berhasil diledakkan dengan aman pada Minggu (14/4) waktu setempat, setelah evakuasi besar-besaran dilakukan.

Seperti dilansir CNN, Senin (15/4/2019), bom seberat 250 kilogram itu ditemukan di Sungai Main oleh petugas pemadam kebakaran yang sedang ikut serta dalam latihan menyelam pada Jumat (12/4) waktu setempat. Sungai Main diketahui merupakan anak sungai dari Sungai Rhine, salah satu sungai besar di kawasan Eropa.

Sekitar 600 warga dievakuasi sebelum upaya penanganan terhadap bom dilakukan. Bom tersebut dilaporkan berasal dari era Perang Dunia II.

"Saya ingin berterima kasih kepada semua relawan atas profesionalisme dan keterlibatan mereka -- Dan semua warga yang terpaksa meninggalkan apartemen-apartemen mereka atas kerja sama dan kesabaran mereka," ucap Wali Kota Frankfurt, Peter Feldmann.

"Terima kasih saya kepada semua fasilitas di kota ini, yang memberikan tiket masuk gratis ke museum-museum terbuka, taman palem dan kebun binatang," ucap Feldmann dalam konferensi pers.

Otoritas setempat menyatakan bahwa para pakar penjinak bom akhirnya meledakkan bom bekas perang itu di dalam sungai, dengan aman, pada Minggu (14/4) pagi waktu setempat. Aktivitas meledakkan bom ini sempat menjadi tontonan warga dari kejauhan.

Semburan air raksasa sempat muncul saat para petugas meledakkan bom bekas perang ini.

Tahun 2017 lalu, sekitar 60 ribu orang dievakuasi saat sebuah bom bekas perang ditemukan di lokasi pembangunan proyek di Frankfurt. Bom seberat 1,4 ton yang ditemukan saat itu disebut jenis ranjau udara HC 4000, mirip dengan yang digunakan Inggris pada era perang.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 25 Apr 2026 05:53

    PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sosok Total dan Berdedikasi

    Jakarta-Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengenang Sekjen PWI Pusat, almarhum Zulmansyah Sekedang sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi, tetapi juga mendapatkan penghormatan luas dari b

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:45

    4 Cara Bikin Tummy Time Jadi Momen Seru, Bukan Drama!

    EMPAT cara bikin tummy time jadi momen seru akan diulas Okezone dalam artikel ini. Tummy time atau sesi melatih bayi tengkurap sering kali menjadi momen yang menantang bagi or

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:43

    Wisatawan Indonesia Mulai Lirik Australia, Tren Sportcation Ikut Meningkat

    JAKARTA â€" Minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke Australia menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan laporan Consumer Demand Project 2025 dari Tou

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:40

    Penelitian Ungkap Risiko Kehilangan Massa Otot pada Penggunaan Obat Diet

    JAKARTA â€" Studi terbaru menyoroti adanya perbedaan dampak dari penggunaan obat penurun berat badan (diet) terhadap kondisi tubuh, khususnya terkait massa otot. Temuan ini menunjukkan bahwa penu

  • Jumat, 24 Apr 2026 18:38

    Mitos atau Fakta: Tubuh Terkilir dan Bengkak Gara-Gara Cedera Sebaiknya Langsung Diurut?

    BANYAK orang masih percaya bahwa cedera seperti terkilir atau bengkak sebaiknya langsung diurut agar cepat sembuh. Praktik ini sudah lama menjadi kebiasaan turun-temurun di ma

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.