Liputan6.com
Petugas polisi mengecek sebuah mobil di lokasi serangan bom mobil di Distrik Hamarwayne, Mogadishu, Ibu Kota Somalia (4/2). Setidaknya sembilan orang tewas dan beberapa lainnya cedera akibat serangan bom mobil tersebut.
MOGADISHU - Sebuah bom meledak di tengah pusat perbelanjaan yang ramai di ibu kota Somalia,
Mogadishu, pada siang waktu setempat, atau petang waktu Indonesia
bagian barat. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya sepuluh orang, dan
melukai puluhan lainnya, lapor polisi dan saksi mata.
Kapten Farah Osman, seorang perwira polisi Somalia
di tempat kejadian, mengonfirmasi bahwa ledakan itu merusak sebuah mal
yang berlokasi di distrik Hamarweyne, yang merupakan pusat bisnis di
Mogadishu.
Dikutip dari CNN pada Selasa (5/2/2019), korban tewas
kemungkinan bertambah, mengingat polisi masih melakukan pencarian, dan
beberapa korban luka dalam kondisi kritis.
Ibrahim Jama, seorang saksi mata, mengatakan ledakan bom mobil itu mengguncang jendela beberapa bangunan bisnis di dekatnya.
Di tempat terpisah, kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggungjawab atas serangan di ibu kota Somalia itu.
Kelompok teror yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu juga bertanggung
jawab atas tiga bom mobil pada November lalu, yang menewaskan sedikitnya
52 orang dan sekitar 100 lainnya terluka.
Bom-bom itu diledakkan di dekat sebuah hotel yang populer di kalangan warga asing di Mogadishu.
Sejak
2006, kelompok Al-Shabaab telah melakukan beberapa serangan di
Mogadishu, yang menargetkan para relawan internasional, jurnalis,
pemimpin sipil, dan penjaga perdamaian, serta pihak pemerintah dan
militer Somalia.
Kelompok militan itu ingin mengubah Somalia menjadi negara Islam fundamentalis, Kata kementerian luar negeri setempat.
Serangan terbaru menandai rangkaian teror besar kedua yang dilakukan
oleh Al-Shabaab awal 2019, setelah pengepungan selama berjam-jam di
ibukota Kenya, Nairobi.
Setidaknya 21 orang tewas ketika pasukan militan dari kelompok teror
itu mengepung kompleks DusitD2, yakni sebuah kompleks toko dan fasilitas
hotel kelas atas di Nairobi.
Sumber: Liputan6.com
Internasional