Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • China Kembangkan Antibodi yang Bisa Lawan Omicron dan Virus Corona Berikutnya

China Kembangkan Antibodi yang Bisa Lawan Omicron dan Virus Corona Berikutnya

Admin
Kamis, 03 Feb 2022 14:13
merdeka.com

 Tim peneliti China mengatakan mereka mengembangkan sebuah tipe antibodi yang bisa menetralisir varian Omicron dan virus corona berikutnya di masa depan.

Kepala tim peneliti Profesor Huang Jinghe dari Universitas Fudan di Shanghai kemarin menuturkan, penemuan mengejutkan ini akan membuat umat manusia selangkah lebih maju melawan pandemi.

Antibodi terbaru ini adalah sintesis dari komponen dua antibdoi yang berbeda yang diproduksi sel manusia. Ketika digunakan dalam bentuk alaminya, antibodi ini lemah terhadap varian Omicron dari Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

Namun antibodi versi buatan manusia ini mampu menembus pertahanan Omicron menggunakan "serangkaian gerakan" yang menurut Huang, mirip seperti video game Street Fighter.

Tim Huang dan peneliti dari Pusat Penelitian Klinik Nasional untuk Penyakit Pernapasan di Guangzhou mengembangkan delapan antibodi berbeda dalam jangka waktu yang pendek menggunakan pendekatan baru.

"Hanya ada sedikit antibodi yang bisa menetralisir Omicron di dunia. Saya merasa dilimpahi berkat Tuhan," kata dia, seperti dilansir laman South China Morning Post, Kamis (3/2).

Tim Huang melaporkan hasil penelitian mereka dalam sebuah makalah "Melawan varian Omicron Sars-CoV-2 dengan antibodi penetralisir non-Omicron" yang diunggap di situs Biorxiv Senin lalu. Makalah ini belum dikaji sesama sejawat peneliti.

"Ini temuan baru yang sangat berarti," kata Profesor Wen Yumei, direktur Institut Patogen Mikroorganisme di Fudan yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Perawatan dengan antibodi berperan penting dalam melawan pandemi. Jutaan warga Amerika dirawat dengan obat antibodi monoklonal yang diproduksi Regeneron dan Eli Lilly.

Temuan Huang dan timnya ini adalah sebuah kejutan karena teknologi antibodi bispesifik--mampu mengikat dua antigen-yang mereka pakai tadinya bukan dibuat untuk Omicron, tapi untuk penyakit menular lainnya.

"Teknologi ini bekerja cukup baik, jadi kami mencobanya pada Covid-19," kata dia.

Menggabungkan sejumlah tipe antibodi yang berbeda tidaklah mudah dan peneliti sudah mencoba berbagai kombinasi.

Setelah banyak kegagalan, mereka akhirnya mendapatkan 10 antibodi buatan yang ukurannya 10 persen lebih besar dari ukuran antibodi alami, kata para peneliti.

Delapan dari 10 antibodi itu mampu menghajar Omicron dan varian lainnya dengan serangkaian gerakan mengejutkan. Setelah menyentuh mahkota protein dari virus dengan salah satu bagian ujungnya, antibodi memakai bagian ujung yang lain untuk mengusap permukaan mahkota protein virus sehingga memperluas daerah permukaan agar lebih banyak antibodi yang bisa mengikat virus itu.

Antibodi bispesifik ini juga bisa menetralisir varian sebelumnya, termasuk Delta, varian Sars yang pernah muncul pada 2003 tapi kemudian hilang dengan cepat dan bahkan sejumlah virus corona yang dibawa oleh kelelawar.

Hasil ini mengindikasikan antibodi baru ini punya potensi besar untuk melawan varian virus corona lain di masa depan, kata para peneliti.

Selama lebih dari dua tahun, sains selalu tertinggal dari virus karena upaya penanganan tidak mampu mengimbangi mutasi yang terjadi.

Sejak awal pandemi, peneliti dari seluruh dunia sudah menemukan banyak antibodi yang memiliki kemampuan menetralisir. Kini ada kekhawatiran Omicron bisa menyapu habis semua upaya ini jadi sia-sia.

Huang mengatakan metode mereka bisa mengubah antibodi alami menjadi serangkaian pasukan yang kuat untuk membantu perlawanan terhadap pandemi. Antibodi terbaru ini bisa diproduksi dengan metode standar.

"Produksi massal tidak jadi masalah," kata dia.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.