Kamis, 23 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • China Minta Warga yang Beli Obat Demam dan Batuk Harus Tes Covid-19

China Minta Warga yang Beli Obat Demam dan Batuk Harus Tes Covid-19

Admin
Selasa, 25 Jan 2022 14:49
merdeka.com

Kurang dari dua pekan sebelum pembukaan Olimpiade Musim Dingin, belasan kasus Covid-19 di Beijing mendorong pemerintah melakukan tes terhadap jutaan penduduk di ibu kota China tersebut. Tindakan tersebut dilakukan ketika kota Xi'an mencabut aturan lockdown pada Senin yang mengisolasi 13 juta penduduknya selama sebulan.

Lebih dari 3.000 orang tiba di China untuk Olimpiade Musim Dingin sejak 4 Januari, termasuk 300 atlet dan timnya, media, dan peserta lainnya, seperti disampaikan penyelenggara pada Senin. Sejauh ini, 78 orang dites positif Covid, termasuk seorang atlet.

Mereka yang hasil tesnya positif dibawa ke pusat isolasi atau rumah sakit, tergantung kondisinya.

Pejabat di Beijing melakukan tes di distrik Fengtai berpenduduk 2 juta, di mana mayoritas dari 40 kasus di kota itu ditemukan sejak 15 Januari.

Pemerintah Beijing juga mengumumkan siapapun yang membeli atau telah membeli obat demam, batuk, dan sejenisnya dalam dua pekan terakhir harus dites Covid dalam waktu 72 jam.

"Situasi pencegahan epidemi saat ini masih suram dan rumit, dan semua departemen di seluruh kota harus bertindak proaktif dan tangkas," jelas juru bicara pemerintah kota Beijing, Xu Hejian, dikutip dari ABC News, Selasa (25/1).

"Situasi secara keseluruhan dapat dikendalikan," lanjutnya.

Partai Komunis sejak lama menerapkan kebijakan "nol toleransi" Covid yang mendorong sejumlah upaya drastis untuk menghentikan wabah. Tapi pendekatan tersebut menjadi semakin ketat menjelang Olimpiade Musim Dingin.

Secara keseluruhan, jumlah kasus baru yang dilaporkan telah menurun di China dari 100 kasus lebih per hari pada puncak wabah di Xi'an menjadi 18 kasus pada Minggu, enam di antaranya ditemukan di Beijing.

Menjelang Olimpiade, semua peserta akan dites setiap hari dan tetap diisolasi dari publik. Mengunjungi atlet wajib telah divaksinasi atau melakukan karantina setelah tiba di China. Pemerintah juga meminta warga Beijing tidak meninggalkan kota tersebut.

Pejabat Beijing mengatakan satu klaster Omicron yang menginfeksi enam orang telah terkendali. Wabah Fengtai yang disebabkan varian Delta dikaitkan dengan makanan beku impor.

Wakil Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Beijing, Pang Xinghuo mengatakan pengurutan genom sampel virus dari makanan beku itu sesuai dengan yang menginfeksi 28 orang. Para ahli dari luar negeri skeptis bahwa Covid visa menular dengan mudah melalui paket atau kemasan.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.