- Home
- Internasional
- Daftar Negara dengan Ledakan Omicron Tinggi, Hati-hati WNI Perjalanan ke Luar Negeri
Daftar Negara dengan Ledakan Omicron Tinggi, Hati-hati WNI Perjalanan ke Luar Negeri
Admin
Senin, 10 Jan 2022 15:16
Dua tahun sejak virus corona pertama kali muncul di kota Wuhan, China dan menyebar ke seluruh dunia, belum ada tanda pandemi akan segera berakhir. Di tengah tingginya angka vaksinasi di sebagian besar negara-negara kaya di dunia, varian baru virus corona yang sangat menular, Omicron, muncul dan memicu ledakan kasus baru di sejumlah negara.
Sejauh ini, lonjakan kasus besar sebagian besar terjadi di sejumlah negara Eropa, termasuk juga di Amerika Serikat. Di Indonesia, telah tercatat ratusan kasus Omicron.
Bagi WNI yang berencana melancong ke luar negeri, diharapkan waspada dan berikut daftar negara-negara dengan ledakan kasus Omicron yang bisa dihindari, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Inggris
Inggris mencatat 141.472 kasus Covid baru dan 97 kematian hanya dalam 24 jam terakhir. Kendati terbilang tinggi, data terbaru ini mengalami penurunan dibandingkan jumlah kasus infeksi dan kematian yang tercatat pada Sabtu (8/1) yaitu 146.390 infeksi dan 313 kematian. Sehingga saat ini jumlah angka kematian Covid di negara ini lebih dari 150.000, seperti dikutip dari Sky News, Senin (10/1).
Khusus kasus Omicron, berdasarkan data dari laman Statista per 3 Januari, jumlah kasus Omicron di Inggris sebanyak 69.282.
Uni Eropa
Sementara itu negara anggota Uni Eropa menggunakan metode yang lebih cepat untuk menyaring Omicron VOC (tes PCR spesifik varian). Berdasarkan data yang dirilis Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Uni Eropa (ECDC) di situs web resminya pada 7 Januari, ada tiga negara dengan perkiraan prevalensi Omicron VOC di atas 80 persen, yaitu:
Denmark: 92,5 persen
Prancis: 80,3 persen
Irlandia: 96 persen dan kasus Omicron tercatat sebanyak 144.
Beberapa negara Uni Eropa menerbitkan hasil pengurutan genom (untuk mengetahui jenis atau varian virus) dan ada juga negara yang tidak menyebutkan secara spesifik jenis metode yang digunakan. Berikut negara dengan prevalensi kasus Omicron di atas 80 persen:
Belgia: 97 persen
Malta: 89,5 persen
Swedia: 91,7 persen
Menurut ECDC, lonjakan kasus Covid di sejumlah negara Eropa disebabkan penyebaran varian Delta yang terus berlanjut dan juga Omicron.
Sementara itu, berdasarkan data dari laman Statista, tiga negara Uni Eropa dengan kasus Omicron terbanyak yaitu Denmar (5.030 kasus), Jerman (2.273 kasus), dan Prancis (1.041 kasus).
Negara Eropa dengan kasus Omicron di atas 500 kasus yaitu: Spanyol (882 kasus), Austria (870 kasus), Belgia (786 kasus), Swiss (781 kasus), Swedia (658 kasus), dan Italia (564 kasus).
Dan ada enam negara dengan kasus Omicron di atas 100 yaitu: Belanda (491), Norwegia (346), Portugal (302), Turki (221), Irlandia (144), dan Gibraltar (122 kasus).
Amerika Serikat
Varian Omicron mencakup hampir semua kasus Covid di AS yaitu sebanyak 95 persen, sementara varian Delta yang sebelumnya mendominasi kini hanya 4,6 persen dari seluruh kasus, berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC).
CDC secara rutin mengumpulkan spesimen virus yang menyebabkan Covid dan menganalisis pengurutan genetik virus untuk mengidentifikasi varian baru dan memastikan varian virus yang beredar di AS.
Omicron berhasil mengambil alih Delta sebagai varian dominan hanya dalam hitungan minggu. Pada awal Desember 2021, Omicron mewakili hanya kurang dari 1 persen kasus, dan sisanya adalah Delta.
Dikutip dari CNBC, AS melaporkan lebih dari 1 juta infeksi baru pada awal Januari 2022, menurut data yang dikumpulkan Universitas John Hopkins. AS saat ini melaporkan rata-rata kasus infeksi baru dalam tujuh hari sampai 480.000, hampir dua kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.